Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

DPD Demokrat Lampung Dukung Majelis Tinggi

Jumat, 01 Maret 2013, 20:40 WIB
Komentar : 0
Yogi Ardhi/Republika
Kampanye Partai Demokrat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- DPD Partai Demokrat (PD) Lampung menyatakan percaya dengan majelis tinggi. Dikatakan, majelis tinggi pasti punya langkah untuk mensolidkan kembali seluruh kekuatan partai. Termasuk langkah pemenangan pemilu mendatang.

Sekretaris Umum DPD Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad menjelaskan, konsolidasi internal merupakan hal penting. Apalagi setelah ditinggalkan Anas Urbaningrum. 

"Sudah seharusnya dilakukan konsolidasi tersebut. Karena dengan mundurnya ketua umum tentu akan terjadi kendala-kendala dalam manajemen organisasi," katanya kepada Republika di Bandar Lampung, Jumat (1/3).

DPD Lampung pun, ujar dia, akan siap mendukung apa pun langkah yang akan diambil majelis tinggi. Ini guna terus menjaga soliditas kader dan merapatkan seluruh potensi yang ada.

"DPD PD Lampung siap mendukung, melaksanakan dan mengamankan," cetus dia.

Ia pun yakin, prahara di tingkat elite tidak akan berdampak bagi soliditas dan loyalitas pimpinan dan kader Demokrat di Lampung. 

Malah, akan terus menjalankan program konsolidasi organisasi ke tingkat bawah. 

"Kami akan perbanyak kegiatan sosial kemasyarakatan serta sosialisasikan dan mengawasi program-program pemerintahan SBY," tambah dia. 

Fajrun pun merasa optimis kalau prahara di tingkat pusat segera berakhir. Dengan harapan, konfigurasi struktur partai yang sudah ada dapat semakin digerakkan dan mendapatkan pembinaan lebih optimal.

Reporter : Mursalin Yasland
Redaktur : Mansyur Faqih
1.249 reads
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Mahfud MD: Anas Itu Kasus Pribadi

Mahfud MD: KPK Lembaga yang Canggih

Ini Peta Kekuatan Demokrat di KLB