Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Peta Kekuatan Demokrat di KLB

Jumat, 01 Maret 2013, 19:49 WIB
Komentar : 0
Yogi Ardhi/Republika
Pendukung Partai Demokrat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kongres luar biasa (KLB) dianggap satu-satunya cara bagi Partai Demokrat untuk mencari ketua umum baru. Karena, cara ini sesuai AD/ART untuk membatalkan hasil kongres di Bandung 2010.

"Dan ketua umum yang dipilih melalui voting. Jadi ketua umum memang harus dipilih lewat KLB meski akan timbul turbulensi baru nantinya," ujar pengamat politik Hanta Yuda, Jumat (1/3). 

Apalagi, ujarnya, AD/ART Partai Demokrat juga menjelaskan calon ketum yang bisa dipilih. Yaitu sosok yang diusulkan majelis tinggi dan disetujui oleh dua per tiga suara DPD dan DPC Demokrat.

"Makanya SBY kumpulkan 33 DPD besok. Mungkin untuk mengkonsolidasikan tentang calon ketum," jelas Hanta.

Terkait waktu, ujar Hanta, kapan pun digelar potensi timbulnya turbulensi tidak akan bisa dielakkan. Karena peta kekuatan calon ketua umum itu sangat mudah dibaca. 

Pertama, sebut dia, sosok Marzuki Alie yang memperoleh suara riil terbanyak setelah Anas pada kongres 2010 lalu. Kedua, calon ketua umum dari kubu Anas. Ketiga, orang yang cukup dekat dan bisa dikendalikan oleh ketua majelis tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia menilai, meski sulit namun kongres harus bisa menentukan calon pemimpin Demokrat yang setidaknya memenuhi tiga kriteria. Yaitu orang yang secara eksternal bisa mendongkrak elektabilitas Demokrat. Kemudian ia memiliki hubungan yang kuat dengan kekuatan internal Demokrat.

"Ccalon ketua umum juga harus bisa berkomunikasi baik dengan SBY," papar Hanta. 

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Mansyur Faqih
2.929 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Sutan Bhatoegana Minta Pengurus DPP Dirotasi

Menkumham Minta KPU Akomodasi Demokrat

Ketua DPD Demokrat Sulbar Tangisi Anas