Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Plt Partai Demokrat Hanya Sementara'

Senin, 25 Februari 2013, 13:09 WIB
Komentar : 0
Antara
Nurhayati Ali Assegaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan masa kerja para pelaksana tugas (PLT) partai yang ditunjuk majelis tinggi hanya bersifat sementara.

Berdasarkan AD/ART Partai Demokrat, partai harus melakukan Kongres Luar Biasa (KLB)untuk menunjuk ketua umum baru menggantikan Anas Urbaningrum. "PLT hanya sementara. Menurut AD/ART harus dilaksanakan KLB," kata Nurhayati di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/2).

Nurhayati mengatakan sampai saat ini dirinya belum bisa memastikan kapan KLB akan dilangsungkan. Dia menyatakan, partai masih prihatin dengan penetapan Anas sebagai tersangka dan mundurnya Anas dari ketua umum. "Tidak harus buru-buru (KLB)," ujarnya.

Kendati Anas sudah mundur, roda organisasi harus tetap berjalan. Nurhayati menyatakan gerak partai akan tetap mengacu pada delapan keputusan penyelamatan majelis tinggi dan agenda yang diputuskan dalam rapimnas. "Tugas DPP harus tetap berjalan," katanya.

Usai mundurnya Anas Urbaningrum dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat, majelis tinggi partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk empat orang PLT untuk memimpin roda organisasi di DPP.

Mereka yang ditunjuk sebagai PLT berasal dari unsur dua wakil ketua umum dan sekjend: Johnny Allen Marbun (Waka I), Max Sopacua (Waka II), Edhie Baskoro Yudhoyono (Sekjend). 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.510 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda