Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

BJ Habibie Sarankan HMI Tak Berpolitik

Minggu, 24 Februari 2013, 14:09 WIB
Komentar : 0
Republika/Yogi Ardhi
The third Indonesian president, BJ Habibie (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terlibat kasus korupsi. Mantan Presiden BJ Habibie menyarankan agar HMI tak terlalu jauh masuk ke dalam dunia politik.

"HMI kalau mau diperhitungkan maka mereka harus melihat kembali langkahnya selama ini. Organisasi mahasiswa itu tidak bisa terlalu politis," kata Habibie usai menghadiri acara pembukaan Pleno III PB HMI-MPO di Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta, Ahad (24/2).

Menurut Habibie, untuk menjadi seorang pemimpin, para mahasiswa saat ini tinggal menunggu waktu saja. Karenanya, Mahasiswa itu harus menjadi profesional berdasarkan disiplin ilmunya masing-masing. 

Habibie mencontohkan, sejak mahasiswa ia tak pernah bercita-cita menjadi pejabat. Namun, karena ia profesional di bidangnya, maka ia bisa menjadi menteri.

Lebih lanjut Habibie mengatakan, seharusnya organisasi mahasiswa mempersiapkan kader-kadernya yang bermental pembangunan. Profesional sesuai disiplin ilmunya dan bukan mengejar kepentingan politik.

Menurut Habibie, pada waktu awal didirikan, HMI memang bergerak di bidang politik. Namun, hal tersebut wajar karena pada saat itu semua elemen masyarakat berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan.

"Nah sekarang jangan gunakan cara 66 tahun yang lalu. Karena sekarang organisasi mahasiswa tidak bisa terlalu politis. Kalau semua berpolitik, siapa yang bekerja," kata Habibie.

Seperti diketahui, sejumlah alumni HMI saat ini menjadi tersangka kasus korupsi. Mereka adalah Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum PB HMI) dan Andi Mallarangeng (Sekretariat Komisariat HMI UGM). Mereka berdua menjadi tersangka dalam kasus korupsi Hambalang.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PB HMI MPO (Majelis Penyelamat Organisasi) Alto Makmuralto mengatakan, dalam HMI, tidak ada ajaran yang menyuruh kadernya untuk berbuat korupsi. HMI bergerak berdasarkan nilai-nilai keislaman.

Terkait dengan terlibatnya sejumlah alumni HMI dalam kasus korupsi, ia menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. "BIarkan semuanya ditangani oleh pihak penegak hukum" kata Alto dalam sambutannya.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Djibril Muhammad
4.625 reads
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...