Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ikut Mundur, Ketua DPC Demokrat Cilacap Tuding KPK Zolim

Sabtu, 23 Februari 2013, 19:05 WIB
Komentar : 0
Juru bicara KPK Johan Budi memberikan keterangan pers terkait penetapan status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/2). (Republika/Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Cilacap, Tridianto menyatakan akan segera mundur dari jabatannya. Keputusan ini dilakukan sebagai bentuk simpati atas penetapan status tersangka terhadap Anas Urbaningrum.

"Saya itu sudah mundur dari kemarin sore, setelah KPK mengumumkan Anas tersangka," ujar Tridianto di depan kediaman Anas di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (23/2).

Setelah mundur, ia mengaku akan membantu Anas mencari keadilan. Ini karena ia tetap yakin kalau mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut tidak bersalah. 

Menurut Tridianto, ditetapkannya Anas sebagai tersangka merupakan bukti bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak independen. Karena KPK tidak memperhatikan keterangan para saksi saat menetapkan Anas sebagai tersangka.

Ia bahkan menuding status tersangka yang disematkan pada mantan ketua umum PB HMI tersebut bukan merupakan bentuk penegakan hukum. Melainkan tindakan zolim yang sudah direncanakan.

"Ini yang saya sangat sayangkan pada KPK. Ternyata pimpinan KPK moralnya seperti itu. Bermain politik dan mudah diintervensi," paparnya. 

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Mansyur Faqih
4.126 reads
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  mahdi Selasa, 26 Februari 2013, 21:27
Buat apa bela anas? Pasti koruptor. Apa sih hebatnya anas?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda