Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sejumlah Kader Demokrat Segera Ikuti Jejak Anas

Sabtu, 23 Februari 2013, 18:23 WIB
Komentar : 0
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat menandatangani Pakta Integritas di kantor DPP PD, Jakarta, Kamis (14/2). (Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Direktur Bidang Pembinaaan SDM DPP Partai Demokrat, M Rahmat menyatakan akan mundur dari Partai Demokrat dan menyerahkan surat pengunduran dirinya Senin (25/2) mendatang.

Rahmat mengatakan kemundurannya itu dikarenakan ia sudah tidak lagi menemukan karakter bersih, cerdas, dan profesional sebagaimana slogan Partai Demokrat.

"Itu sudah tidak saya temukan, maka saya putuskan untuk keluar," ujar dia setelah mengunjungi rumah Anas di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (23/2).

Menurut Rahmat, karakter 'bersih, cerdas, dan profesional,' justru ada pada sosok Anas. Karena itu, lanjut dia, mundurnya Anas dari jabatan Ketua Umum Demokrat menjadi alasan kuat baginya untuk mengambil langkah serupa.

Dituturkan Rahmat sejumlah kader Demokrat di daerah juga akan segera mundur dari partai yang dibesarkan Presiden SBY itu. "Sejak kemarin saya sudah komunikasi dengan teman-teman di daerah, mereka menyatakan akan mundur," kata Rahmat mengungkapkan.

Namun ia enggan menyebut berapa jumlah kader yang akan mengundurkan diri dari partai berlambang bintang mercy itu. "Kita cek minggu depan saja," ujar dia diplomatis.

Rahmat mengaku Anas adalah sosok panutan baginya dan ribuan kader Demokrat lainnya dalam berpolitik. "Mentor politiknya adalah Anas. Kami menerima wejangan politik dari beliau," ujarnya mengakhiri.

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Karta Raharja Ucu
23.211 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda