Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Layak Jadi Capres, PKB Terus Pantau Elektabilitas Rhoma Irama

Minggu, 17 Februari 2013, 20:55 WIB
Komentar : 0
Antara
Rhoma Irama

REPUBLIKA.CO.ID,  TEGAL --  Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa masih terus memantau tingkat elektabilitas dan daya dukungan masyarakat terhadap Rhoma Irama sebagai calon peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI 2014.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Tegal, Minggu, mengatakan bahwa Rhoma Irama mempunyai pendukung yang banyak dan berhak mencalonkan diri sebagai capres sehingga partai yang dipimpinnya akan terus melakukan survei elektabilitas "Raja Dangdut" itu setiap tiga bulan.

"Kalau hasil surveinya paling tinggi, PKB akan merekomendasikan 'Raja Dangdut' itu menjadi capres pada Pemilu Presiden 2014," katanya.

Selain memantau tingkat elektabilitas Rhoma Irama, kata dia, DPP PKB juga akan melakukan hal yang sama terhadap tokoh lainnya, seperti Mahfud Md., Ani Susilo Bambang Yudhoyono, dan Hatta Rajasa.

"Keempat tokoh itu akan kami uji di lapangan. Kami akan melihat siapa yang tertinggi dan itulah yang akan direkomendasi menjadi capres," katanya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu mengaku bahwa dirinya sempat terkejut terhadap elektabilitas Rhoma Irama sebagai capres, sebagaimana yang dilansir salah satu lembaga survei.

"Pada survei tersebut, Rhoma Irama masuk peringkat (berada di urutan keempat di bawah Jokowi, Prabowo, dan Megawati dengan 10,4 persen, red.) sehingga ini cukup mengejutkan dan menggembirakan. Kalau soal popularitas, Rhoma Irama nomor satu," katanya.

Kedatangan Ketua Umum DPP PKB di Kabupaten Tegal ini dalam rangka melantik pengurus DPC dan DPAC PKB periode 2012--2017 juga diikuti oleh Ketua PBNU Said Agiel Siraj.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
1.831 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda