Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Matang di HMI, Anas Sulit Dijatuhkan

Kamis, 14 Februari 2013, 09:03 WIB
Komentar : 0
Republika
Anas Urbaningrum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Partai Demokrat. Namun, hingga saat ini Anas tak kunjung lengser dari jabatannya tersebut.

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Umam menilai, Anas memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh politisi lain. Termasuk di Partai Demokrat. Anas memiliki jam terbang pengalaman organisasi yang sangat  banyak.

"Dia itu mulai dari nol sejak mahasiswa. Dari pengurus HMI cabang sampai ke pengurus pusat. Dia memiliki pengetahuan dan pengalaman luar biasa. Tak ada kader lain di Partai Demokrat yang memiliki kemampuan organisasi seperti Anas," kata Saiful saat dihubungi Republika, Kamis (14/2).

Menurut Saiful, kelebihan sebagai organisatoris membuatnya bisa membangun jaringan hingga ke pelosok. Apalagi, ia memiliki jaringan alumni-alumni HMI yang tersebar di berbagai daerah.

"Modal itulah yang ia manfaatkan, apalagi banyak kader HMI yang bergabung dengan Partai Demokrat," kata Saiful.

Menurutnya, Anas juga memperoleh dukungan alumni HMI yang berada di partai lain. Akbar Tanjung misalnya, yang pernah mengkritik gaya kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat terkait dengan prahara yang terjadi di Partai Demokrat.

"Ini menunjukkan betapa Akbar Tanjung sangat membela Anas," katanya.

Ia melihat, satu-satunya cara untuk menjatuhkan Anas jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Anas sebagai tersangka. Jika memang terlibat dalam korupsi kasus Hambalang, maka tak ada alasan untuk tidak menurunkan Anas.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Mansyur Faqih
12.789 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...