Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kubu Anas Salahkan Kinerja Menteri Demokrat

Kamis, 07 Februari 2013, 14:57 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Menpora Andi Mallarangeng.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak terima Ketua Umum Partai Demokrat disalahkan atas merosotnya elektabilitas Partai Demokrat, kubu Anas Urbaningrum mulai bersuara. 

Salah satunya, dengan menyalahkan kinerja menteri asal Partai Demokrat yang dinilai tidak sesuai dengan harapan.

"Salah satunya kinerja menteri-menteri dari Partai Demokrat di kabine yang belum maksimal," kata Kettua DPP Partai Demokrat, Umar Arsal kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/2).

Selain kinerja menteri, kasus hukum yang mendera sejumlah petinggi Partai Demokrat juga menjadi sebab merosotnya elektabilitas Partai Demokrat.

Umar misalnya mencontohkan penetapan tersangka Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat, Andi Mallarangeng dalam kasus Hambalang dan Anggota Dewan Pembina, Hartati Murdaya dalam kasus suap ke Bupati Buol, Amran Batalipu.

"Banyak faktor yang membuat elektabilitas kami turun. Termasuk penetapan tersangka anggota dewan pembina," ujarnya.

Umar berharap semua pihak di internal Partai Demokrat menyikapi persoalan partai dengan bijak. Menyalahkan Anas bukanlan solusi permasalahan. "Jangan mengambing hitamkan Mas Anas," katanya.

Persoalan elektabilitas tidak hanya dialami Partai Demokrat. Partai lain juga mengalami problem serupa. Umar berharap kader Demokrat berkaca pada partai lain yang mampu menjadikan persoalan sebagai momentum konsolidasi partai.

"Elektabilitas PAN turun tapi tak ada yang meminta Hatta Rajasa turun sebagai ketua umum. Hanura juga turun tapi tak ada yang meminta Wiranto mundur," katanya. 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
4.739 reads
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda