Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

SBY: Saya SMS Anas Juga

Kamis, 07 Februari 2013, 14:26 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID,  Laporan Nasihin Masha

JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono mengaku telah mengirim SMS (pesan singkat) yang ditujukan pada semua kader dan anggota Partai Demokrat.

"Termasuk ke Anas Urbaningrum," katanya, Kamis (7/2).

SBY menyampaikan hal itu ketika dalam penerbangan dari Kairo ke Jakarta. Saat itu, pesawat Garuda Indonesia sedang terbang di atas Pulau Sumatra, sekitar dua jam menjelang landing di Halim Perdanakusuma.

Ia mengaku berbicara selaku ketua dewan pembina, ketua majelis tinggi, serta selaku penggagas dan pendiri partai. Pernyataan ini ia buat menanggapi berbagai macam pemberitaan di media sosial, media online, maupun media massa pada umumnya.

"Ada yang bilang ketua umum tak dikirimi. Siapa yang mengatakan itu?" katanya.

Seperti diketahui, ketika di Makkah, SBY berkirim SMS mengajak semua kader dan anggota Partai Demokrat untuk berdoa bersama. Memohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa agar Partai Demokrat bisa segera mendapat jalan keluar dari ujian yang sedang dihadapi.

Namun SMS itu kemudian menggelinding karena disebut tak ada nama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. SBY mengatakan, SMS itu juga ditujukan ke Majelis Tinggi, yang di situ ada Anas selaku wakil ketua. SMS itu juga ditujukan jajaran pimpinan DPP, yang ada ketua umum, dua wakil ketua umum, direktur eksekutif, dan lainnya. "Yang sembilan orang itu juga jadi bagian majelis tinggi," katanya.

Belum Ada Keputusan
Ketika di Jeddah, Arab Saudi, SBY juga mengatakan, setelah berdoa di depan Kakbah dan di Masjid Nabawi, ia akan mengambil keputusan soal nasib Partai Demokrat. Ia didesak sebagian pihak untuk mengambil alih permasalahan yang membelit Demokrat.

SBY mengaku sudah memiliki opsi dan solusi atas permasalahan yang dialami PD.  "Namun, saya harus berbicara dengan yang lain-lain dulu. Saya harus mendengarkan mereka," katanya, di atas pesawat.

Karena itu dia mengaku belum bisa menyampaikan apa keputusannya terhadap desakan tersebut.

Redaktur : Heri Ruslan
4.041 reads
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda