Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Demokrat: Lucu, Persoalan Partai Diumbar ke Publik

Kamis, 07 Februari 2013, 14:17 WIB
Komentar : 0
Dok Republika
Lambang Partai Demokrat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menyayangkan sikap sejumlah anggota Dewan Pembina Partai Demokrat yang mengumbar persoalan internal partai ke publik. 

"Ini rahasia internal sebaiknya diselesaikan dengan mekanisme internal," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Umar Arsal kepada wartawan di Kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta, Kamis (7/2).

Menurutnya, Dewan Pembina mestinya bersikap bijaksana menyikapi persoalan yang mendera partai. Umar menyontohkan pernyataan Sekretaris Dewan Pembina Jero Wacik yang meminta Anas Urbaningrum mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum demi menyelamatkan elektabilitas Partai Demokrat. 

"Lucu saya kira kalau persoalan ini disampaikan ke media apalagi melalui konfrensi pers," ujar Umar.

Kendati begitu, Umar meyakini pernyataan Jero tersebut pada dasarnya memiliki tujuan baik. Ia memprediksi pernyataan Jero yang meminta Anas mundur berangkat dari keprihatinan akan elektabilitas partai yang kian terpuruk. 

Pun, Umar mempercayai persoalan internal partainya baik yang menyangkut elektabilitas maupun soliditas hanya bisa diselesaikan lewat kerjasama antara Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. 

"Dwi tunggal itu yang bisa menyelamatkan partai ini," kata Umar. Sejauh ini, ia mengungkapkan seluruh pengurus DPP Partai Demokrat masih kompak mendukung kepemimpinan Anas. 

 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Citra Listya Rini
2.181 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda