Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Demokrat: Bergantung ke SBY Bukan Berarti Kami Tradisional

Kamis, 07 Februari 2013, 13:35 WIB
Komentar : 0
Dok Republika
Lambang Partai Demokrat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf menolak partainya disebut masih menerapkan cara tradisional dalam menyelesaikan masalah. Seiring masih terlalu bergantungnya partai berwarna biru itu terhadap figur Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Bergantung pada Pak SBY tak berarti kami tradisional," kata Nurhayati kepada wartawan di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2).

Nurhayati menyatakan SBY sebagai pendiri sekaligus orang yang membesarkan partai memang menjadi figur panutan bagi Partai Demokrat. Alhasil, Partai Demokrat percaya segala keputusan yang diambil SBY bertujuan untuk kebaikan partai. 

"Jujur Pak SBY figur kebanggaan kami," ujar Nurhayati.

Pun, Nurhayati meyakini sebagai orang yang berjasa membesarkan Partai Demokrat, SBY akan menyelesaikan persoalan internal dengan mengacu pada mekanisme partai. Jaadi, kata dia, tidak mungkin lari dari mekanisme partai.

Sebelumnya pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Ary Dwipayana mengatakan ketergantungan Partai Demokrat kepada SBY dalam menyelesaikan persoalan internal partai menunjukan Demokrat belum menjadi partai modern. 

Sebab sejatinya, persoalan internal yang menyangkut konsolidasi dan elektabilitas partai bisa diselesaikan lewat mekanisme partai. "Demokrat masih partai tradisional yang gagal mentransformasikan kekuatan personal ke kekuatan institusional," ujar Ary. 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Citra Listya Rini
1.047 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda