Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ketua Fraksi Demokrat: SMS SBY Jangan Dijadikan Polemik

Kamis, 07 Februari 2013, 12:36 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pidato dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf berharap media tidak terlalu membesar-besarkan pesan singkat (SMS) Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurutnya, pesan yang mengecualikan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai penerima tersebut merupakan urusan 'dapur' partai. "Ini masalah internal Demokrat. Jangan dijadikan polemik publik," kata Nurhayatai Ali Assegaf kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2).

Nurhayati menyatakan, disebut atau tidak nama Anas secara khusus dalam SMS SBY bukanlah persoalan. Sebab dalam SMS itu SBY mengalamatkannya kepada majelis tinggi partai, dimana Anas menjadi salah satu pengurusnya.

"Disebut eksplisit atau tidak saya kira tidak masalah. Mas Anas kan juga anggota majelis tinggi partai," ujarnya.

Nurhayati mengaku terkejut dengan beredarnya isi SMS SBY di media massa. Terlepas dari hal itu, Nurhayati percaya seluruh pengurus DPP akan patuh dengan segala kebijakan yang diambil SBY. "Apapun yang diambil dewan pembina kita patuh," katanya.

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
2.702 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...