Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PKB Dapat Anggota Baru dari DPD RI

Sabtu, 26 Januari 2013, 06:38 WIB
Komentar : 0
PKB

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), KH Sibly Sahabuddin, bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di provinsi setempat.

"Niat akan bergabung dengan PKB itu telah disampaikan KH Sibly Sahabuddin, kepada pengurus PKB Sulbar. PKB Sulbar menyambut baik niat tersebut dan akan menerima bila akan bergabung," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PKB Sulbar, Yahya, di Mamuju, Sabtu (26/1).

Apabila Kyai Sibly bergabung dengan PKB Sulbar, maka peluang PKB di Sulbar meraih suara banyak akan semakin terbuka lebar di Pemilu nanti, karena Kyai Sibly merupakan sosok yang memiliki pendukung kuat merata di lima kabupaten di Sulbar.

Menurut dia, KH Sibly Sahabuddin yang merupakan Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Sulbar, akan membuat massa NU di Sulbar akan mendukung dan memenangkan PKB di Pemilu 2014. "Kalau Kyai Sibli bersedia menjadi calon anggota DPR RI diusung PKB, maka kami optimistis akan meraih satu kursi DPR RI pada daerah pemilihan Provinsi Sulbar di Pemilu 2014," katanya.

Ia mengatakan, di Sulbar sendiri PKB telah menargetkan suara 15 persen dan juga menargetkan delapan kursi di tingkat DPRD Provinsi Sulbar. "Target itu dicapai dengan meningkatkan konsolidasi partai serta pembentukan tim pemenangan dari tingkat provinsi sampai tingkat kelurahan/desa," katanya.

Oleh karena itu, bergabungnya K.H Sibly Sahabuddin dengan PKB Sulbar maka PKB Sulbar juga akan optimistis dapat meraih kursi DPR RI itu.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
2.016 reads
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda