Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pengamat: Posko Banjir Parpol Menjijikan

Jumat, 18 Januari 2013, 14:51 WIB
Komentar : 7
A Syalaby Ichsan/Republika
Posko Banjir yang memasang atribut partai politik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru besar ilmu politik Universitas Indonesia, Ibramsjah mengkritik keras posko berlogo partai politik (parpol) untuk menyalurkan  bantuan di wilayah bencana banjir.

Menurutnya, tindakan itu malah akan menjauhkan simpati publik pada parpol. “Kalau mau membantu bantu saja. Tak perlu dengan membuka posko yang disertai simbol-simbol partai,” kata Ibramsjah saat dihubungi Republika, Jum’at (18/1).

 

Dia menyatakan,  masyarakat sudah cerdas menilai perilaku politik partai.  Bantuan parpol yang disertai simbol-simbol partai tidak akan efektif mendongkrak elektabilitas parpol.

Menurutnya, parpol sebaiknya memberikan bantuan dengan ikhlas tanpa motivasi pamer atau mengharap imbalan dipilih saat Pemilu 2014. “Kalau membantu dengan atribut politik itu namanya riya. Tidak ikhlas dan menjijikan,” ujarnya.

Memberi bantuan tanpa menyertai atribut politik justru memberi keuntungan bagi parpol. Sebab, Ibramsjah percaya masyarakat yang menerima bantuan akan mencari tahu sendiri dari mana bantuan yang mereka terima berasal. “Masyarakat sudah pintar. Mereka akan cari tahu sendiri sumber bantuan yang didapatkan,” kata Ibramsjah.

Ibramsjah mengatakan eksploitasi parpol pada para korban bencana menunjukan parpol tak memiliki konsep membangun masyarakat. Mereka harusnya membantu persoalan masyarakat tanpa harus menunggu bencana. “Parpol tak punya sistem membangun masyarakat.”

 

Reporter : Muhammad Akbar Widjaya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
3.779 reads
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  abdul aziz Sabtu, 19 Januari 2013, 23:31
Biarkan para parpol peduli, apa pun alasan nya mereka telah berbuat. Ketimbang para pengamat tidak berbuat apa-apa!
  ade ali hambali Sabtu, 19 Januari 2013, 09:42
seorang doktor muda ternyata pikirannya picik, dia ingin membuktikan ilmunya, namun terjebak pada konotasi negatif yang sudah ada dibenaknya, bantu, datang, tolong, bawa pasukanya, koleganya, paling banter yang bisa disuruh cuma mahasiswanya dengan iming-iming nilai yg tinggi.
  iyan Jumat, 18 Januari 2013, 22:12
Jauh sangat menjijikkan jika sudah tahu ada warga yang kesusahan, cuman berkomentar orang yang jelas-jelas sudah turun membantu
  Gie-anto Jumat, 18 Januari 2013, 18:36
justru mulut Ibramsjah, yang menjijikan
  Nindyo Kusmanto Jumat, 18 Januari 2013, 15:51
Alhmdlh klo ada yg mau membantu, siapun mereka. Marilah kita selalu berpikir positif.Klo tindakkan tersebut dikatakan menjijikan, lalu apa yg sdh diperbuat oleh bpk ini ketika dia mengatakan menjijikan...?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...