Jumat, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2014

Senin, 14 Januari 2013, 14:50 WIB
Komentar : 13
PDK.OR.ID
Bendera partai politik (ilustrasi)
Bendera partai politik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan sidang pleno terbuka untuk menentukan nomor urut partai politik yang lolos menjadi peserta pemilu 2014, Senin (14/1) siang.

Ada 10 partai yang dinyatakan lolos tahap verifikasi. Yakni, sembilan partai yang telah ada di parlemen ditambah satu partai baru, yakni Nasdem.

Pengambilan nomor urut dilakukan secara langsung oleh para ketua umum dan sekretaris jenderal (sekjen) dengan disaksikan oleh seluruh Komisioner KPU.

Sebelumnya, partai diberikan kesempatan untuk mengambil nomor undian untuk mengambil nomor urut. Pengambilan ini dilakukan oleh sekjen dengan ditemani oleh satu Komisioner KPU.

 

Berikut nomor urut peserta pemilu 2014:

1. Partai Nasdem 

2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 

4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  

5. Partai Golkar

6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

7. Partai Demokrat

8. Partai Amanat Nasional (PAN) 

9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 

Redaktur : Mansyur Faqih
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) bernilai sedekah bagimu((HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...