Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Jangan Bandingkan Blusukan SBY vs Jokowi'

Sabtu, 05 Januari 2013, 15:19 WIB
Komentar : 0
  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Kampung Nelayan Tanjung Pasir, Teluk Naga di Tangerang, Banten, Jumat (4/1).   (Antara/Widodo S. Jusuf)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Kampung Nelayan Tanjung Pasir, Teluk Naga di Tangerang, Banten, Jumat (4/1). (Antara/Widodo S. Jusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Humas, Heru Lelono meminta blusukan Presiden SBY dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, tidak dibanding-bandingkan.

Sebab, menurutnya blusukan merupakan bagian tugas dan kewajiban para pemimpin. Karena itu, ia menyesalkan bila ada pihak yang justru membandingkan antara kunjungan Presiden SBY bertemu dengan masyarakat dan mengecek secara langsung kondisi di lapangan, dengan peninjauan yang dilakukan Gubernur Jokowi.

"Jokowi mungkin melakukan hal yang sama di Solo sebagai walikota dan beberapa kali di DKI dalam tiga bulan terakhir ini sebagai gubernur. Setiap pemimpin punya tugas dan kewajiban sesuai dengan tingkatannya. Turunnya para pemimpin ke daerah tentu ingin mengetahui secara langsung hasil kebijakan yang dicanangkan. Sehingga bisa dilakukan berbagai penyempurnaan," ujar Heru memaparkan.

"Itulah kesamaan dan perbedaan SBY dan Jokowi. Mereka menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing. Sungguh tidak perlu jika ada orang-orang picik mempertentangkannya," tegas Heru.

Heru menilai apa yang dilakukan Presiden SBY dan Gubernur Jokowi, sudah sepantasnya dilakukan pemimpin di seluruh negeri ini.

"Bedanya (blusukan SBY dan Jokowi), Presiden SBY melakukan itu sejak menjadi pejabat, apakah di TNI mulai menjadi Dandim, sampai saat ini sebagai Presiden. Selama menjadi Presiden, tak terhitung SBY mengunjungi rakyat secara langsung. Apakah dalam kunjungan atau safari ramadhan, kunjungan kerja ke daerah, mengunjungi korban bencana seperti Aceh, seminggu di Jogya, di Papua, di Miangas, dan hampir di seluruh daerah di tanah air," sebut Heru menjelaskan.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Harry Senin, 7 Januari 2013, 20:28
Setuju, niat keduanya baik yaitu untuk bertemua dengan rakyat. Jika masing" bisa mendengar aspirasi masyarakat secara lebih baik, knp harus dipermasalahkan?
  mitha Senin, 7 Januari 2013, 07:51
Pak SBY, pimpinan niku tuntunan sanes tontonan
  penjilat Senin, 7 Januari 2013, 07:48
Masih banyak penjilat di negeri ini untuk menutup kejelekan majikannya. Yah, seperti itulah...
  Haldy Minggu, 6 Januari 2013, 16:12
Jokowi ibarat iklan= Ahok artis youtube. tapi tak apa itu akan jd saksi janji2 mereka.. seperti iklan stop korupsi... iklannya yg akan menghantuinya...
  Pembaca Setia ROL Sabtu, 5 Januari 2013, 21:39
he he he, rakyat tidak boleh dilarang untuk membandingkan keduanya

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...