Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Perjalanan RI Menuju Negara Demokrasi Masih Terjal

Rabu, 19 Desember 2012, 15:30 WIB
Komentar : 0
Indria Samego

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan menuju sistem demokrasi di Indonesia masih banyak menemui banyak hambatan. Bahkan, hambatan tersebut bisa mengganggu ketahanan nasional.

Pakar Politik LIPI Indria Samego mengatakan, ada beberapa penyebab upaya menuju negara demokrasi masih menuai banyak hambatan. Pertama, undang-undang serta berbagai aturan pelaksana yang dilahirkannya, tidak mampu mengakomodasi tuntutan perubahan yang ada. 

"Bahkan, banyak peraturan perundangan yang dilahirkan yang memiliki nuansa berbau pesanan dari pihak yang berkepentingan," kata dia. 

Hal itu disampaikan dia saat berbicara dalam Seminar Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bertajuk Kepemimpinan Nasional Dalam Membangun Peradaban, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (19/12).

Sebagai akibatnya, lanjut Indria, ketika undang-undang itu disahkan, muncul pro dan kontra yang sangat keras dalam masyarakat. Dilihat dari aktornya, demokratisasi di Indonesia masih belum secara kualitatif menunjukkan adanya praktik kesetaraan dan kemajemukan. 

"Budaya politik feodalistik dan politik komunalisme masih terlihat dominan di dalamnya," katanya.

Kedua, partai politik telah menjadi aktor utama dalam perpolitikan nasional menggantikan militer dan birokrasi sipil sebagaimana di masa Orde Baru. Ditambah lagi dengan diabsahkannya partai sebagai organisasi politik yang paling berhak mencalonkan presiden dan wakilnya di tingkat pusat, dan calon kepala daerah dan wakilnya di tingkat daerah.

"Semakin jelas saja bahwa pembentukan pemerintahan selanjutkan diserahkan kepada partai pemenang pemilu," katanya.

Sebagai akibatnya, jumlah partai akan semakin sulit dibatasi. Dalam setiap pemilu akan lahir partai baru yang hendak mengadu nasib. "Bisa diduga bahwa harga kursi akan semakin mahal," katanya. 

Ketiga, kepentingan ideologi kurang menjadi pertimbangan utama partai dalam setiap konteks politik. Untuk bertahan, kepentingan ideal tersebut telah digantikan oleh pertimbangan strategis jangka pendek, yakni memenangkan kontes politik.

"Jadi, dengan mengikuti ketiga faktor tersebut tidak mustahil bahwa perjalanan menuju demokrasi di Indonesia akan menghadapi suasana yang mengganggu ketahanan nasional. 

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Djibril Muhammad
1.395 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  slamet bejo Kamis, 20 Desember 2012, 12:33
demokrasi = democrazy, hanya orang yg bodoh aja yang mau soalnya yg menang pasti yg jelek,yg banyak duitnya.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...