Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ruhut Direkrut Golkar? Akbar Tanjung Bilang tidak

Tuesday, 18 December 2012, 14:18 WIB
Komentar : 1
Republika/ Tahta Aidilla
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan), Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung (kiri) dan Sekjen PG Idrus Marham (tengah).
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan), Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung (kiri) dan Sekjen PG Idrus Marham (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung mengatakan partainya tidak berencana merekrut kembali Ruhut Sitompul yang baru saja didepak dari kepengurusan Partai Demokrat. 

 

"Kami tidak ada pikiran (menerima Ruhut)," kata Akbar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/12).

Menurut Akbar, dikeluarkannya Ruhut dalam kepengurusan Partai Demokrat merupakan urusan internal partai yang bersangkutan. Lantaran Ruhut masih menjadi kader Partai Demokrat, Golkar tidak akan memberi tawaran agar kembali ke partai yang sebelumnya dia tinggalkan. 

"Dia sudah di situ, biar di situ. Kalau ada persoalan, itu risiko sebagai politisi," ujarnya.

Partai Golkar, ditegaskan Akbar lebih memilih mengurusi kadernya yang sekarang. Sebelumnya, Ruhut merupakan kader Partai Golkar sebelum menyeberang ke Partai Demokrat. Kader kami banyak yang harus diberi perhatian agar mereka sukses berkiprah di politik, tegas Akbar.

Ruhut didepak dari kepengurusan Pimpinan Pusat Partai Demokrat. Sebelumnya, Ruhut menjabat sebagai ketua Divisi Informasi dan Komunikasi Partai Demokrat. 

 

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Citra Listya Rini
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...