Saturday, 6 Syawwal 1435 / 02 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

PKB Usung Khofifah-Gus Ipul di Pemilukada Jatim

Saturday, 24 November 2012, 12:40 WIB
Komentar : 0
Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung dua nama kadernya, yakni Khofifah Indar Parawansa dan Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai bakal calon gubernur(Cagub) pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pemilukada Jatim).

"Keduanya merupakan kader terbaik PKB yang berjuang di luar struktur organisasi," kata Sekretaris Jenderal DPP PKB, Imam Nahrawi, melalui keterangan pers di Jakarta, Sabtu (24/11).

Imam mengatakan, PKB yang memiliki basis massa banyak di Jatim memiliki kewajiban untuk mengusung kader terbaiknya menjadi gubernur dengan mengerahkan seluruh potensi.

PKB menyeleksi beberapa nama yang akan diusung menjadi bakal Cagub Jatim, namun hasilnya mengerucut terhadap dua nama yang sudah dikenal masyarakat, yakni Khofifah dan Gus Ipul.

Imam menyebutkan, kedua kader PKB itu aktif membesarkan organisasi, antara lain Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB 2004, Sekretaris Jenderal DPP PKB, Muslimat NU, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dan GP Ansor.

Ia mengatakan PKB memutuskan mengusung kader sendiri dengan tujuan mengembalikan kejayaan partai terutama di wilayah Jawa Timur. "Selain itu, sudah saatnya Jawa Timur dipimpin tokoh NU (Nahdhatul Ulama) dan PKB," ujar Imam.

PKB menjaring dua nama kader melalui seleksi internal dan mengkomunikasikan kepada tokoh NU, pimpinan pesantren, toko masyarakat dan para ulama di Jawa Timur. Selanjutnya, PKB akan melakukan survei untuk menghitung popularitas dan elektabilitas dari kedua nama bakal Cagub Jawa Timur tersebut.

Imam menambahkan pihaknya berencana menjalin komunikasi politik untuk berkoalisi dengan partai lain dengan syarat PKB mengusung posisi calon gubernur serta memiliki visi dan misi yang sama.

Redaktur : Fernan Rahadi
Sumber : Antara
Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tetangganya.((HR. Bukhari dan Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tren Arus Mudik Saat Arus Balik di Pasar Senen
 JAKARTA -- Pada H+3 Stasiun Pasar Senen tak hanya menerima arus balik. Geliat arus mudik di Stasiun ini masih cukup tinggi. Menurut Kepala Humas...