Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Gabungan sejumlah Ormas Islam berunjuk rasa mengecam kekerasan Israel terhadap warga Gaza di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jum\'at (23/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Gabungan sejumlah Ormas Islam berunjuk rasa mengecam kekerasan Israel terhadap warga Gaza di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jum\'at (23/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Gabungan sejumlah Ormas Islam berunjuk rasa mengecam kekerasan Israel terhadap warga Gaza di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jum\'at (23/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Gabungan sejumlah Ormas Islam berunjuk rasa mengecam kekerasan Israel terhadap warga Gaza di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jum\'at (23/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Gabungan sejumlah Ormas Islam berunjuk rasa mengecam kekerasan Israel terhadap warga Gaza di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jum\'at (23/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Polisi mengamankan aksi unjuk rasa gabungan sejumlah Ormas Islam di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jum\'at (23/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

In Picture: Gabungan Ormas Islam Kecam Serangan Israel

Jumat, 23 November 2012, 19:07 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Gabungan sejumlah Ormas Islam berunjuk rasa mengecam kekerasan Israel terhadap warga Gaza di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jum'at (23/11).

Gelombang aksi mengecam kekerasan Israel terhadap warga Gaza terus mengalir baik di Indonesia maupun di negara-negara lain di dunia.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
3.589 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda