Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

ICW: Kader Golkar Terkorup Nomor Satu

Thursday, 04 October 2012, 16:39 WIB
Komentar : 1
Tahta Aidilla/Republika
Partai Golkar
Partai Golkar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis data terbaru mengenai tren korupsi di Indonesia sepanjang semester I 2012. Hasilnya, kader Partai Golkar menempati urutan pertama untuk pelaku korupsi yang berlatar belakang partai politik. Sementara itu, Partai Demokrat dan PDI Perjuangan menempati posisi kedua dan ketiga.

ICW mencatat, terdapat 44 kader partai politik yang terjerat kasus korupsi sepanjang Januari hingga Juni 2012. Sebanyak 21 orang berasal dari kalangan atau mantan anggota dewan, baik di pusat maupun di daerah. Kemudian 21 orang dari kepala daerah atau mantan serta dua orang pengurus partai.

"Sepanjang semester I 2012, kader Partai Golkar paling banyak terjerat kasus korupsi. Yaitu sebanyak 13 kader. Sementara di posisi kedua Partai Demokrat dengan delapan kader dan disusul PDI Perjuangan dengan tujuh kader," kata peneliti Divisi Investigasi ICW, Tama S Langkun, di Jakarta, Kamis (4/10).

Di tempat selanjutnya, tambah dia, ada Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak enam kader, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak tiga kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak dua kader, Partai Gerindra sebanyak dua kader, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebanyak dua kader.

Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Fernan Rahadi
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...