Selasa, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

HNW Fokus Konsolidasi Internal FPKS

Minggu, 23 September 2012, 20:30 WIB
Komentar : -1
Antara
Hidayat Nur Wahid (photo file)
Hidayat Nur Wahid (photo file)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menegaskan akan menjadikan konsolidasi internal sebagai pekerjaan utamanya. Alasannya, adanya kontroversial yang seolah-olah ada dua faksi di PKS, faksi keadilan dan sejahtera, tak bisa dibiarkan lebih lanjut.

‘’Kita akan menghadirkan sinergi kinerja yang mengkonfirmasi PKS masih seperti dulu. Yaitu, prorakyat, pro-pemberantasan korupsi, pro-politik bermoral, yang bersih, peduli, dan professional,’’ katanya ketika dihubungi, Ahad (23/9).

Ia menjelaskan, penunjukan dirinya sebagai ketua fraksi menggantikan Mustafa Kamal sebagai bentuk penyegaran. Dengan harapan, PKS bisa merealisasikan harapan rakyat dan reformasi. Sehingga dapat membuktikan ke masyarakat kalau anggota parlemen tak semuanya buruk seperti yang dianggap masyarakat belakangan ini. 

‘’Seolah-olah yang ada hanya membolos, menyalahgunakan wewenang, jalan-jalan ke luar negeri. Itu akan kembali kita koreksi,’’ papar anggota Komisi I DPR tersebut.

Selama ini, tambah dia, PKS selalu hadir untuk melakukan kerja parlemen. Khususnya menghadirkan regulasi yang sejalan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Salah satu fokusnya yaitu, komitmen untuk menegakan pemberantasan korupsi.  ‘’Secara prinsip tidak ada anggota PKS yang diperkarakan dan dipenjarakan KPK. Untuk kasus Misbakun, itu sudah dibersihkan namanya,’’ ujar mantan Ketua MPR tersebut.


Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar