Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Prabowo Pertaruhkan Dirinya Usung Jokowi

Sabtu, 22 September 2012, 22:01 WIB
Komentar : 3
Antara/Basri Marzuki
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ini pengakuan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Prabowo, dirinya rela mempertaruhkan nama dan popularitasnya untuk mengusung Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur Jakarta periode 2012-2017.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani menanggapi adanya beberapa pernyataan elite partai pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Elite tersebut menilai, kemenangan Jokowi-Basuki akan dimanfaatkan untuk meningkatkan popularitas Prabowo yang akan maju sebagai calon presiden 2014 mendatang.  "Popularitas Prabowo paling tinggi diantara capres yang ada. Mengusung dan memenangkan pasangan Jokowi-Basuki, bagi Gerindra adalah mempertaruhkan popularitas Prabowo Subianto. Jadi salah kalau dikatakan, Prabowo akan memanfaatkan kemenangan Jokowi dalam pilkada Jakarta," kata Muzani di Jakarta, Sabtu.

Elite partai tersebut, sambung Muzani, hanya mencari-cari alasan yang sebenarnya tidak masuk akal dan salah dari sisi popularitas.  "Partai-partai pendukung Foke-Nara hanya mencari-cari alasan dengan menyatakan bahwa Prabowo memanfaatkan popularitas Jokowi. Ini akal-akalan parpol pendukung Foke," kata anggota Komisi I DPR RI itu.

Dikatakannya, pemilihan Jokowi-Basuki sebagai calon gubernur oleh Gerindra karena sejak awal mempertimbangkan bahwa pasanggan ini tepat untuk warga Jakarta. Keberhasilan Jokowi di Solo dan keberhasilan Basuki di Belitung bisa ditransfer di Jakarta.

Gerindra juga menyadari bahwa calon yang diusung akan menghadapi calon-calon yang memiliki kapasitas luar biasa, seperti gubernur incumbent, Fauzi Bowo, gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin, ekonom, Faisal Basri, mantan Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid dan lain sejumlah tokoh terkenal lainnya.

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : antara
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  jack 77 Minggu, 23 September 2012, 22:40
Ya memang begitu di Indonesia,coba klo jagoannya menang pasti "ngocehnya" beda..Forza Prabowo adios kampret2 politik