Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

RUU Kamnas Mulai Masuk Pembahasan

Senin, 17 September 2012, 14:57 WIB
Komentar : 1
Setara Institute
RUU Kamnas (ilustrasi)
RUU Kamnas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pansus RUU Kamnas DRPI satu pekan lalu telah menggelar rapat internal untuk menyusun jadwal dan program kegiatan untuk membahas RUU Kamnas dalam masa persidangan. Keterangan itu disampaikan Ketua Pansus, Agus Gumiwang Kartasasmita.
 
Tahap awal, Pansus, ujarnya akan mengundang Menteri Pertahanan, Purnomo, Yusgiantoro, dalam rapat perdana pembahasan RUU Kamnas sebagai wakil pemerintah didampingi Menteri Hukum dan HAM dan Mendagri. ”Kami harap rapat perdana dengan pemerintah pembahasan RUU Kamnas ini dapat dilakukan pekan-pekan depan,” imbuh Ketua DPP Golkar ini, saat dihubungi, Senin (17/9).
 
Wakil Ketua Komisi I itu  juga mengatakan Pansus RUU Kamnas dipastikan mengundang seluruh pihak terkait seperti pakar, ahli di bidang Kamnas, LSM dan tokoh masyarakat, termasuk dari kalangan akademisi dan beberapa perguruan tinggi untuk memperoleh masukan-masukan.
 
Sebelumnya Agus yang politisi Partai Golkar ini telah mengingatkan bahwa pembahasan RUU Kamnas akan berjalan alot dan memerlukan waktu panjang disebabkan RUU itu sudah sejak awal dinilai tidak cukup memenuhi persyaratan. Selain naskah akademiknya minim, banyak pasal yang bertentangan dengan UU lain.

”Jadi jangan bayangkan pembahasan RUU ini akan berjalan cepat. Proses pembahasan RUU ini akan berjalan cukup lama karena banyak hal yang harus dilakukan. Termasuk perlu kajian akademik yang mendalam,” ujarnya.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar