Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Jika Masih Relevan, UU Pilpres Harus Dipertahankan'

Sabtu, 15 September 2012, 14:38 WIB
Komentar : -1
Republika/Tahta Aidilla
 Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa (kiri).
Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Bila  UU Pemilihan Presiden (Pilpres) yang ada kini masih relevan, maka harus dipertahankan. Pandangan itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajas.

"Kalau undang-undang pilpres dianggap masih relevan, ya, bagus. Kalau sudah bagus, ya, harus dipertahankan," kata Hatta yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian usai memberikan kuliah umum pada acara wisuda sarjana di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu (15/9).

Menurut dia, perubahan UU Pilpres itu diperlukan apabila kandungannya sudah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. "Kalau rakyat menginginkan perubahan, ya, silahkan. Tidak perlu diperdebatkan," ujarnyanya.

Perubahan UU Pilpres akan terjadi perdebatan alot, mengingat beberapa partai politik keberatan dengan syarat pengajuan calon presiden (Capres).

UU Pilpres yang dipakai pada Pilpres 2009 lalu masih berlaku sampai sekarang dimana syarat mengajukan capres yakni 25 persen suara hasil pemilu legislatif atau 20 persen kursi DPR. Beberapa partai menengah mengusulkan persentase dikurangi namun partai papan atas cenderung mempertahankan syarat dimaksud.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar