Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Drajad Wibowo: Mayoritas Partai Menengah Dukung PT 15 Persen

Wednesday, 29 August 2012, 17:53 WIB
Komentar : 1
Aditya Pradana Putra/Republika
Drajad Wibowo
Drajad Wibowo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Hari Wibowo mengatakan mayoritas partai menengah mendukung turunnnya angka ambang batas (ambatas) pencalonan presiden (Presidential Thereshold/ PT).

"Saya rasa banyak mengerucut ke-15 persen," kata Drajad seusai mendaftarkan PAN sebagai partai peserta Pemilu 2014, Rabu (29/8), di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Menurut Drajad, revisi Undang-undang Pemilihan Presiden yang saat ini ada di Badan Legislasi DPR masih diwarnai berbagai dinamika. Sejumlah partai-partai besar ada yang menolak diturunkannya angka ambang batas pencalonan presiden.

Di antara mereka bahkan ada yang ingin angka ambang batas pencalonan presiden dinaikan. "Sejumlah partai besar ingin angka presidential thereshold dinaikan," katanya.

Terkait mulai redupnya elektabilitas partai berideologi Islam maupun berbasis Islam menurut lembaga-lembaga survei, Drajad menyatakan PAN tak ingin risau dengan masalah itu. "Lembaga survei pernah terbukti salah," ujarnya.

Drajad menyatakan mayoritas lembaga-lembaga survei tidak menyadari bahwa partai berbasi Islam memiliki konstituen fanatik. Mereka umumnya memiliki loyalitas yang luar biasa terhadap partai. PAN, imbuh Drajad, memiliki konstituen yang loyal. "Di Pemilu 2014 kita akan lihat hasil lembaga survei banyak yang keliru," kata Drajad.

Sebagai partai nasionalis yang banyak mengandalkan suara dari konstituen Islam, PAN menurut Drajad telah banyak memperjuangkan nilai-nilai keislaman. Misalnya memasukan sistem perbankan syariah dalam Undang-undang. Yang tak kalah penting, PAN juga ikut berjuang memberantas korupsi. "Caleg-caleg kita bebas korupsi," contoh Drajad.

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Djibril Muhammad
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ingin Atur Keuangan? Beli Jam Ini
JAKARTA -- Smartwatch dikenal bukan hanya memberikan informasi waktu, tapi juga memonitori aktivitas harian. Kini hadir Cash Smartwatch yang akan memonitori hal penting...