Wednesday, 1 Zulqaidah 1435 / 27 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Elektabilitas JK Tinggi, Golkar Ngotot Usung Ical

Friday, 10 August 2012, 10:18 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin Dwi Putranto
JK-Ical
JK-Ical

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Dalam hasil survei nasional Center for Startegic and Internasional Studies (CSIS) menunjukkan elektabilitas Jusuf Kalla (JK) sebagai Capres 2014 lebih tinggi dari Abu Rizal Bakrie (Ical).

Meski begitu, Partai Golkar(PG) akan tetap mencalonkan Ical sebagai Capres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

Sebab, keputusan tersebut telah diambil dalam Rapimnas Golkar,"Itu keputusan Rapimnas. Golkar sudah berada pada posisi point of no return,"ujar Ketua DPP Golkar Hadjrianto Y Thohari pada Republika, Jumat (10/8).

Terlebih hasil survey CSIS menurutnya juga menunjukkan bahwa, jarak suara elektabilitas antara JK dan Ical tidak terlalu jauh. Di mana, JK mendapat peringkat ketiga dan Ical keempat.

"Dukungan pada Pak JK di peringkat tiga kok. Jadi Pak JK dan Pak Ical di peringkat tiga dan empat dengan selisih tipis saja," tambah Hadjrianto.

Sebelumnya, hasil survey nasional CSIS menyebutkan bahwa Prabowo mendapat dukungan dengan elektabilitas paling tinggi untuk menjadi Capres 2014 sebesar 14,5 persen diikuti oleh Megawati sebesar 14,4 persen, JK 11,1 persen, Ical 8,9 persen dan Wiranto sebesar 4,1 persen.

Reporter : Aghia Khumaesi
Redaktur : Hafidz Muftisany
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jakarta Butuh Ketahanan Air
JAKARTA -- Air baku di Jakarta semakin tak berimbang dengan kebutuhan masyarakatnya. Herawati Prasetyo, Wakil Presiden Direktur Palyja mengatakan Rabu (27/8), selama ini...