Rabu, 1 Zulqaidah 1435 / 27 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemilu 2014: Demokrat Melorot, Golkar Jawara

Rabu, 08 Agustus 2012, 13:37 WIB
Komentar : 3
sekilasindonesia.com
Logo dan lambang partai politik di Indonesia.
Logo dan lambang partai politik di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lembaga Survei Trust Indonesia (LSTI) mengeluarkan survei elektabilitas partai di pemilihan umum (pemilu) 2014. Dalam hasil surveinya Partai Golkar meyodok di posisi pertama dengan 13,5 persen suara.

Kemudian disusul Demokrat 11,6 persen, urutan ketiga PDIP dipilih 9,7 persen responden. Pada urutan ke 4 diraih PKB dengan mendapat 6,2 persen suara, disusul Gerindra 5,2 persen, Nasdem 4,9 persen, PKS 4,1 persen, PPP 3,4 persen, PAN 3,2 persen, dan Partai Hanura yang hanya mendapatkan 1,7 persen.

”Survei dilaksanakan dengan melaksanakan kuesioner dan wawancara. Penelitian direncanakan menggunakan margin of sampling error sebasar kurang lebih 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” jelas Direktur Lembaga Survei Trust Indonesia (LSTI), Zudan Rosyidi, saat dihubungi, Rabu (8/8).
 
”Kalau Pemilu dilaksanakan hari ini, maka PPP, PAN dan Hanura tidak akan lolos parliementary treshold nasional yang ditetapkan 3,5 persen. Sebab PPP hanya mendapatkan 3,4 persen suara, PAN hanya mendapat 3,2 persen, dan Hanura paling kecil hanya mendapatkan 1,7 persen suara. Sedangkan PKB masuk ke urutan keempat dengan 6,2 persen, Gerindra urutan kelima dengan 5,2 persen disusul Nasdem diurutan keenam dengan raihan suara 4,9 persen,” jelas Zudan.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Hafidz Muftisany
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mengapa Berhaji Wajib? Ini Alasannya
 JAKARTA -- Ibadah Haji adalah salah satu ibadah yang wajib untuk kita tunaikan. KH. Muhyidin Djunaedi, MA menjelaskan ibadah ini menjadi wajib karena...