Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

DPR: Peredaran Upal Harus Diusut Tuntas

Thursday, 02 August 2012, 13:45 WIB
Komentar : 0
Antara/Agus Bebeng
Petugas kepolisian saat mengamankan uang palsu dari pengedar di Jawa Barat.
Petugas kepolisian saat mengamankan uang palsu dari pengedar di Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Maraknya peredaran uang palsu di masyarakat mengundang keprihatinan anggota parlemen.

Anggota Komisi XI DPR (Perbankan) dari Fraksi PPP, Zaini Rahman, Kamis (2/8), menyatakan kasus peredaran uang palsu harus diusut tuntas karena meresahkan masyarakat terlebih saat menjelang lebaran ini.

"Maraknya peredaran uang palsu jelang lebaran ini jelas merugikan publik, baik dari aspek ekonomi maupun psikologi," ujarnya.

Menurut Zaini, publik dihantui rasa takut menggunakan atau mendapatkan uang palsu. Yang paling merasakan akibat peredaran uang palsu ini tentu masyarakat kelas bawah. "Dengan banyaknya peredaran uang palsu ini berarti masih terdapat masalah serius dengan sekuritas rupiah kita," katanya.

Karena itu, persoalan ini harus di atasi secara komprehensif tak terkecuali dengan melakukan penegakan hukum. Penanganan dari hulu hingga hilir harus dilakukan secara bersama-sama baik oleh Bank Indonesia (BI) maupun lembaga penegak hukum.

Banyaknya peredaran uang palsu dan berulangnya kejadian ini diindikasikan ada pemain besar yang bermain dalam pembuatan sekaligus peredaran uang palsu ini. Jika tidak di atasi dengan baik, peredaran uang palsu ini bisa berakibat serius pada inflasi di bulan puasa dan menjelang lebaran.





Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Antara
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar