Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ahok : Kami Tak Mengenal Istilah Koalisi

Sabtu, 14 Juli 2012, 20:24 WIB
Komentar : 0
Edwin Dwi Putranto/Republika
Pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta Jokowi (depan kedua kiri) dan Ahok (depan kedua kanan) bersama pendukungnya di posko Tim Sukses di Jalan Borobudur, Jakarta, Rabu (11/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan Jokowi-Ahok hingga saat ini masih berada di urutan pertama perolehan suara pilkada DKI Jakarta.

Belum juga final perhitungan suara, Jokowi sudah terlihat berdiskusi dengan Hidayat Nur Wahid yang juga mencalonkan diri sebagai cagub 2012.

Namun Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok membantah hal tersebut sebagai koalisi.

"Kami tidak mengenal istilah koalisi, karena kami bukan parlementer," ujarnya dalam diskusi di warung daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7).

Jika Jokowi terlihat berdiskusi dengan calon yang lain, itu hanya sebatas menjaga silaturahmi saja. Terlalu cepat menyimpulkan itu koalisi dengan yang lain.

Ahok juga menegaskan, jika pungutan suara yang besar didapatkan olehnya dann Jokowi, itu semata-mata karena pilihan rakyat.

Tidak ada unsur etnis Tionghoa yang mendukung dirinya. Masyarakat Tionghoa di Jakarta hanya lima persen, dan kebanyakan pemilihnya pun pergi ke luar kota untuk berlibur saat pemilihan dilakukan.

Ahok mengatakan, sosok Jokowi sebenarnya pintar dann cerdas, namun beliau tidak memamerkan hal tersebut.

"Jokowi sosok yang rendah hati," katanya. Jika dia dan Jokowi terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta selanjutnya, pasangan ini akan membenahi kota Jakarta.

"Kami ingin mewujudkan Jakarta yang rapi dan modern, namun manusiawi," ujarnya. Manusiawi disini diartikan bahwa para pekerjanya peduli dengan masyarakat. Meskipun modern, Jakarta tetap dekat dengan semua masyarakatnya.

Reporter : Nora Azizah
Redaktur : Heri Ruslan
5.078 reads
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...