Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

SBY: Perwira Jangan Jadi Generasi Video Games

Kamis, 12 Juli 2012, 05:07 WIB
Komentar : 6
Konpers Pasca penetapan APBN-P 2012-sby-abror: Konpers Presiden SBY Pasca Penetapan APBN-P 2012 di Istana Negara Jakarta, Sabtu malam (31/3). Haji Abror rizki/Rumgapres//

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para calon perwira remaja tidak menjadi generasi "video games" yang asik dengan diri sendiri tanpa kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

"Jangan kalian menjadi generasi video games," kata Yudhoyono saat memberikan pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (CAPAJA) Akademi TNI dan Polri Tahun 2012 di Akademi Militer, Magelang, Rabu malam.

Presiden menggunakan istilah generasi "video games" tidak hanya merujuk pada kecenderungan anak muda untuk bermain dengan dunia virtual, melainkan juga merujuk pada perilaku pemuda pada umumnya yang cenderung antisosial.

Menurut Yudhoyono, generasi "video games" pada umumnya tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Hal itu berbahaya bila terjadi di kalangan perwira.

Seorang perwira dituntut untuk selalu waspada dengan kenyataan sosial. Hal itu diperlukan untuk membangun kesadaran dan kebersamaan.

Namun demikian, katanya, hal itu tidak berarti seorang perwira harus mengabaikan kemajuan teknologi.

Teknologi informasi dan komunikasi tetap harus dikuasai untuk menjawab tantangan masa depan.

"Teknologi penting, informasi penting, tapi yang memenangkan pertempuran adalah mentalitas," kata Yudhoyono.

Pada pembekalan tersebut, Yudhoyono juga meminta para calon perwira untuk menjaga idealisme, berbuat yg terbaik dalam tugas, membangun keunggulan dan daya saing, menjaga etika profesional.

Kemudian bermental tangguh, percaya diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Presiden berbicara di hadapan 836 Taruna Akademi TNI (Akmil, AAL dan AAU) serta Taruna Akpol Tingkat IV. Mereka telah menyelesaikan pendidikan dan menjadi calon perwira remaja.

Pada Kamis pagi, Yudhoyono akan melantik mereka menjadi perwira TNI berpangkat Letnan Dua (Letda) dan perwira Polri berpangkat Inspektur Dua Polisi (Ipda).

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
8.943 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  hanif Kamis, 12 Juli 2012, 14:43
motifasinya kan jelas, disegani orang, ditakutin orang ntar kalau sudah pensiun bisa jadi pemimpin negri,walikota,gubernur atau seperti bapak jd presiden, enak banget kan tuh
  piki Kamis, 12 Juli 2012, 11:25
yg pasti motivasi mengembalikan modal dah jd perwira
  Pekathik Kamis, 12 Juli 2012, 08:29
Kepekaan sosial yang paling dekat adalah peka terhadap kesulitan anak buah. Jadi perwira jangan hanya membela kepentingan jabatan saja dengan mengorbankan anak buah. Tuntutlah tugas kewajiban dan tanggung jawab anak buah, namun jangan lupa berikanlah HAK - HAK mereka !!!!!!!
  eko ph Kamis, 12 Juli 2012, 08:17
motivasi mereka jadi prwira untuk cari uang, lain dg motivasi bapak jadi perwira .
  sonny Kamis, 12 Juli 2012, 07:01
Generasi remaja dan generasi pemimpin juga harus peka terhadap permsalahan bangsa termasuk peka terhadap aspek kehidupan sosial masyarakat bukan hanya aspek politiknya aja.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda