Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Taufiq Kiemas Desak Tokoh Senior 'Tahu Diri'

Selasa, 03 Juli 2012, 19:53 WIB
Komentar : 0
Taufiq Kiemas
Taufiq Kiemas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR, Taufiq Kiemas, mendesak para tokoh-tokoh senior rela memberikan jalan bagi kaum muda untuk regenerasi kepemimpinan nasional saat ini, karena kalau tidak maka yang terjadi kemunduran. "Daripada tidak tahu diri, maka saya kasih tahu lebih dahulu saja," katanya usai menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Dato' Muhyiddin bin haji Mohd Yassin, di kediaman Jl Teuku Umar Jakarta, Selasa (3/7).

Pernyataan Taufiq Kiemas tersebut disampaikan ketika menjawab pertanyaan soal deklarasi Capres Aburizal Bakrie. Lebih lanjut Taufiq menjelaskan bahwa negeri jiran tersebut sudah mulai melakukan regenerasi kepemimpinan nasional mereka. "Malaysia saja sudah lakukan alih generasi, regenerasi masak kita tidak. Malu dong."

Menurut Kiemas, untuk bisa melakukan regenerasi, maka yang tua-tua harus rela dan bersedia untuk mendorongnya. Jika yang tua tidak mendorong, kata dia, maka regenerasi tidak akan terjadi. "Kalau balik ke orang tua lagi, itu mundur, itu balik lagi. Kita harus alih regenerasi. Yang tua-tua ini mendorong alih generasi," ujarya.

Dalam berbagai pertemuan Ketua MPR Taufik Kiemas selalu mengajak para tokoh pemimpin senior di Indonesia untuk melakukan regenerasi kepemimpinan kepada kaum muda. Bagi Taufiq, usulan-usulan untuk mencalonkan kaum muda sebagai pemimpin merupakan ide yang sangat bagus, namun hal itu tidak akan tercapai jika tokoh senior tidak memberikan dorongan.

Taufiq menyangkal bahwa pernyataannya soal regenarasi kepemimpinan itu mengacu pada Megawati Soekarnoputri kepada Puan Maharani. Taufiq berpendapat bahwa kalaupun ada regenerasi kepemimpinan dari orang tua kepada anak, istri atau kerabat yang lain, hal tersebut merupakan hak masing-masing individu. Menurut Taufiq, sudah saatnya pimpinan partai politik mempersiapkan kader muda untuk menjadi pemimpin bangsa.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...