Monday, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Demokrat: Ibas Digaet Golkar Guna Dulang Suara

Tuesday, 03 July 2012, 17:57 WIB
Komentar : 3
Republika/Tahta Aidilla
Edhie Baskoro Yudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, menilai wacana Partai Golkar yang ingin menempatkan Edhie Baskoro Yudhoyono (Sekjen Demokrat) sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Aburizal Bakrie merupakan strategi partai tersebut. Tujuannya, kata Max, adalah untuk mendulang suara.

"Partai Golkar terus berusaha mendulang suara dalam menghadapi Pemilu 2014. Karena strategi politik Pak Aburizal yang masih ada waktu dua tahun lagi menghadapi pemilu presiden 2014, masih akan mengalami fluktuasi," kata Max Sopacua di Kompleks Parlemen, di Jakarta, Selasa (3/7).

Menurut dia, Partai Golkar akan terus berusaha meningkatkan elektabilitas calon presidennya, yakni Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical. Jika Golkar menempatkan nama-nama seperti Pramono Edhie Yudhoyono (KSAD), Mahfud MD (Ketua MK), dan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas sebagai bakal calon wakil presiden, katanya, itu sebagai cara untuk meningkatkan popularitas Ical.

"Nama-nama yang dipasang sebagai bakal calon presiden adalah nama-nama tokoh yang populer dan bersih, sehingga bisa meningkatkan elektabilitas Pak Aburizal," katanya. Menurut Max, jika Partai Golkar mewacanakan Edhie Baskoro Yudhoyono sebagai salah satu bakal calon wakil presiden, silakan saja, tapi Partai Demokrrat memiliki mekanisme sendiri.

Max menambahkan, Partai Demokrat akan membahas calon presiden, bukan calon wakil presiden pada akhir tahun 2013. Ketika ditanya apakah Partai Demokrat sudah memiliki figur yang akan diusung sebagai calon presiden, Max menjelaskan, sebagai partai politik tentunya sudah ada figur yang dalam pengamatan dan penggodokan.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Baru 10 Persen Tergarap, Wisata Lombok Masih Kalah Dari Bali
JAKARTA -- Lombok memang sudah menjadi destinasi wisata tersohor di Indonesia. Akan tetapi Lombok masih kalah tenar dengan tempat wisata yang ada di...