Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi, Harry Tanoe Hadiri Peringatan Bulan Bung Karno

Minggu, 24 Juni 2012, 02:03 WIB
Komentar : 7
Agung Fatma Putra/Republika
Jokowi
Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Empat tokoh dari latar belakang dan afiliasi politik berbeda hadir pada peringatan "Bulan Bung Karno" yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan di pelataran Monumen Proklamasi, Jakarta, Sabtu malam.

Keempat tokoh tersebut adalah Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anis Baswedan, Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (NasDem) Harry Tanoe, dan Ketua Gerakan Pemuda Anshor Nusron Wahid.

Hadir juga pada kesempatan tersebut sejumlah pengurus DPP PDIP Perjuangan, antara lain, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Maruarar Sirait, serta Ketua Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja Ribka Tjiptaning.

Pada kesempatan tersebut, para tokoh yang hadir duduk "lesehan" bersama para undangan dan masyarakat sekitar yang hadir di pelataran Monumen Proklamasi. "Semua yang hadir duduk bersama di lantai. Meskipun yang hadir dari latar belakang yang berbeda-beda, tapi pada kesempatan ini, kita duduk bersama-sama di bawah alam terbuka. Kita bersama dalam persahabatan Pancasila," kata Maruarar Sirait.

Maruarar menegaskan, empat tokoh memiliki pandangan dan afiliasi politik yang berbeda, tapi pada kesempatan ini sama-sama akan memberikan pandangannya mengenai Pancasila.

Pada kesempatan tersebut, Maruarar juga mengingatkan, bahwa pidato mengenai Pancasila yang akan disampaikan oleh empat tokoh tersebut, agar tidak disikapi sebagai lomba pidato, tapi sebagai komitmen mereka di hadapan para pemuda Indonesia.

Bicara soal Pancasila, menurut dia, jika dulu proklamator Indonesia Bung Karno, tidak menggali dan memperjuangkan Pancasila, mungkin saat ini tidak ada yang mengenal dan memperjuangkan Pancasila.

"Setelah pertemuan malam ini, saya bermimpi agar Pancasila bisa disosialisasikan melalui beregam media, mulai dari diajarkan sebagai bagian dari mata pelajaran di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, maupun melalui media massa," katanya.

Maruarar berharap, pemuda Indonesia ke depan bisa menghormati Pancasila dan mengilhami makna bhinneka tunggal ika.

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  alvian Senin, 9 Juli 2012, 20:01
Ma'af lbh mengenal jokowi, tak ke, jd sy tdk memilih jokowi.
  eddyriyanto Minggu, 24 Juni 2012, 15:36
sukarno adalah negarawan besar..
Jokowi adalah tokoh besar yang didaulat untuk mewujudkan Jakarta Baru yang lebih baik
  hilmy Minggu, 24 Juni 2012, 15:36
begitulah sikap Jokowi yang bisa berbaur dengan kalangan manapun..
tauladan yang patut dicontoh
  Arjuna Bae Minggu, 24 Juni 2012, 15:32
Sukarno adalah tokoh besar Indonesia maupun dunia, yang telah banyak berjasa untuk bangsa dan dunia.negara2 tetangga pun mengakui bahwa sukarno adalah negarawan yang besar.
kita patut menghormati jasa-jasanya..
jokowi pun adalah tokoh besar yg patut di dukung untuk perbaikan Jakarta dan Bangsa..
  nas Minggu, 24 Juni 2012, 08:28
luar biasa alankah indahnya setiap pemimpin bisa duduk bersama