Minggu, 26 Zulqaidah 1435 / 21 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi, Harry Tanoe Hadiri Peringatan Bulan Bung Karno

Minggu, 24 Juni 2012, 02:03 WIB
Komentar : 7
Agung Fatma Putra/Republika
Jokowi
Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Empat tokoh dari latar belakang dan afiliasi politik berbeda hadir pada peringatan "Bulan Bung Karno" yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan di pelataran Monumen Proklamasi, Jakarta, Sabtu malam.

Keempat tokoh tersebut adalah Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anis Baswedan, Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (NasDem) Harry Tanoe, dan Ketua Gerakan Pemuda Anshor Nusron Wahid.

Hadir juga pada kesempatan tersebut sejumlah pengurus DPP PDIP Perjuangan, antara lain, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Maruarar Sirait, serta Ketua Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja Ribka Tjiptaning.

Pada kesempatan tersebut, para tokoh yang hadir duduk "lesehan" bersama para undangan dan masyarakat sekitar yang hadir di pelataran Monumen Proklamasi. "Semua yang hadir duduk bersama di lantai. Meskipun yang hadir dari latar belakang yang berbeda-beda, tapi pada kesempatan ini, kita duduk bersama-sama di bawah alam terbuka. Kita bersama dalam persahabatan Pancasila," kata Maruarar Sirait.

Maruarar menegaskan, empat tokoh memiliki pandangan dan afiliasi politik yang berbeda, tapi pada kesempatan ini sama-sama akan memberikan pandangannya mengenai Pancasila.

Pada kesempatan tersebut, Maruarar juga mengingatkan, bahwa pidato mengenai Pancasila yang akan disampaikan oleh empat tokoh tersebut, agar tidak disikapi sebagai lomba pidato, tapi sebagai komitmen mereka di hadapan para pemuda Indonesia.

Bicara soal Pancasila, menurut dia, jika dulu proklamator Indonesia Bung Karno, tidak menggali dan memperjuangkan Pancasila, mungkin saat ini tidak ada yang mengenal dan memperjuangkan Pancasila.

"Setelah pertemuan malam ini, saya bermimpi agar Pancasila bisa disosialisasikan melalui beregam media, mulai dari diajarkan sebagai bagian dari mata pelajaran di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, maupun melalui media massa," katanya.

Maruarar berharap, pemuda Indonesia ke depan bisa menghormati Pancasila dan mengilhami makna bhinneka tunggal ika.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...