Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

SBY: Ada Parpol Lain yang Lebih Korup

Kamis, 14 Juni 2012, 04:30 WIB
Komentar : 61
Antara/Prasetyo Utomo
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi petinggi Partai Demokrat memberikan keterangan kepada wartawan di kediaman presiden di Puri Cikeas, Jabar, beberapa waktu lalu.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi petinggi Partai Demokrat memberikan keterangan kepada wartawan di kediaman presiden di Puri Cikeas, Jabar, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyebut, masih ada partai politik lain yang lebih korup daripada Partai Demokrat. Pernyataan SBY itu terkait badai tudingan dugaan korupsi yang menerpa kader-kader Demokrat.

"Akhir-akhir ini Partai Demokrat disorot kadernya terlibat korupsi. Pertanyaannya, apakah hanya Partai Demokrat yang kadernya terlibat korupsi? Kita harus menjawabnya secara tegas, tidak," kata SBY ketika memberikan sambutan pada acara 'Silaturahim Para Tokoh Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat' di Jakarta, Rabu (13/6) malam.

Acara tersebut dihadiri para pendiri dan deklarator, dewan pembina, dewan pimpinan pusat (DPP), serta para ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Demokrat dari seluruh Indonesia. Namun, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro Yudhoyono, tidak hadir.

SBY menilai, sorotan terhadap Demokrat tidak adil karena ada kader dari partai politik lainnya yang terlbat korupsi dalam skala lebih besar. "Saya harus menjelaskan data dan fakta dari sumber-sumber sah yang menyimpulkan masih ada partai politik lain yang kasus-kasus korupsinya lebih besar dari Partai Demokrat," katanya.

Pria 62 tahun itu juga mengklaim memiliki data kasus korupsi yang dilakukan kader partai politik, mulai dari tingkat menteri, anggota DPRD provinsi, maupun anggota DPRD kabupaten dan kota. Di jajaran DPRD provinsi pada periode 2004-2012 misalnya, SBY menyebut korupsi yang dilakukan oknum Partai Demokrat mencapai 3,9 persen.

"Di atas Partai Demokrat, masih ada empat partai politik lainnya yang persentasenya berturut-turut adalah 34,6 persen, 24,6 persen, 9,2 persen, dan 5,32 persen. Totalnya 75 persen," ungkap SBY yang juga menjabat sebagai Presiden RI itu.

Kemudian, korupsi di jajaran DPRD kabupaten/kota, menurut dia, oknum Partai Demokrat yang terlibat adalah 11,5 persen. Di atas Partai Demokrat, masih kata Yudhoyono, ada dua partai politik lainnya dengan persentase masing-masing, 27 persen dan 14,4 persen.

Lebih lanjut SBY mengatakan, di tingkat menteri, anggota DPR RI, gubernur, hingga bupati/wali kota, kader Partai Demokrat yang terlibat korupsi sebanyak 8,6 persen. Di atas Partai Demokrat, masih ada dua partai politik lainnya masing-masing 33,7 persen dan 16,6 persen. "Dengan data ini, adilkah kalau Partai Demokrat dicap sebagai partai korup?" tegas Yudhoyono mengakhiri.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengurangan Subsidi BBM Pemerintahan Baru RI
WASHINGTON -- Larinya modal akibat normalisasi kebijakan fiskal Amerika membuat investor berpikir dua kali sebelum menanam modal di negara emerging market termasuk Indonesia. Untuk...