Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

HTI: Sampai Kapanpun Kami Tetap di Luar Pemerintahan

Senin, 28 Mei 2012, 02:47 WIB
Komentar : 2
Antara/Jafkhairi
Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi simpatik tentang khilafah.
Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi simpatik tentang khilafah.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memastikan tidak akan masuk ke dalam pemerintahan. Misinya menegakkan sistem khilafah di Indonesia, dirasa tidak perlu diawali dengan menjadi bagian pemerintah Indonesia.

"Kami selamanya ekstra-parlementer, kami sudah tinggal menunggu waktu" ungkap tim gugus tugas ulama DPP HTI, Nurhilal Ahmad.

Menurutnya, dambaan semua masyarakat Indonesia terhadap sistem khilafah, semakin terbuka mengingat sistem kapitalisme hari ini yang membuat negara semakin terpuruk.

"Dan tugas kami memang seperti itu, mengubah persepsi publik, bahwa ada yang salah dalam sistem pemerintah hari ini," tambahnya. Menurutnya, akan segera datang masa transisi perubahan animo publik sebagai pertanda lahirnya sistem khilafah.

Nurhilal juga menilai, peran partai islam dewasa ini hanya lembaga yang menjadikan agama, hanya sebagai komoditas.

"Tidak mencerminkan dalam perilaku bernegara," tambah Nurhilal.

Hal senada juga disampaikan Lajnah Maslahhiyah DPP HTI, Arim Nasim. Model pemerintahan serta aturan perekonomian telah dirancang jika sistem khilafah diperkenankan.

"Perundang-undangan, serta pemimpin telah kami siapkan," tegas Arim.

Reporter : Angga Indrawan
Redaktur : Heri Ruslan
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tugas Kopassus di Era Presiden Baru
JAKARTA -- Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus telah memiliki pemimpin baru yaitu Mayjen TNI Doni Monardo. Bertepatan dengan penggantian presiden baru, ada beberapa hal...