Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penegakkan Hukum di UU Pemilu, Sumir

Monday, 16 April 2012, 10:07 WIB
Komentar : 2
Republika/Edwin Dwi Putranto
Loby Paripurna RUU Pemilu
Loby Paripurna RUU Pemilu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) yang disahkan DPR dalam rapat paripurna 12 April 2012 lemah dalam hal penegakan hukum. Hal ini akan semakin menjadikan pemilu rawan konflik dan belum tentu nantinya akan terselesaikan dengan mudah.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, Senin (16/4), menilai, "Penegakan hukum pemilu dalam UU ini masih sumir dalam menjelaskan mekanisme penyelesaian permasalahan hukum pemilu, baik pelanggaran administratif, pidana, maupun sengketa administratif pemilu."

Titi mengemukakan lebih detail tentang beberapa ketidakjelasan itu, antara lain, pertama, pelanggaran administratif. Hal ini membuat mekanisme penyelesaian lebih panjang, yaitu dengan melibatkan Bawaslu-Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara-Mahkamah Agung.

Kedua, terhadap pelanggaran pidana pemilu. Jangka waktu pelaporan tindak pidana pemilu, katanya, masih singkat, yakni tujuh hari setelah perbuatan dilakukan. Hal ini berarti segala perbuatan yang diketahui setelah jangka waktu tersebut menjadi gugur.

Ketiga, adalah soal sengketa administratif yang dinilai masih terdapat tumpang tindih kewenangan dalam menyelesaikan perkara antara KPU dan Bawaslu. "Sehingga penanganan penyelesaiannya berbelit-belit," katanya.

Titi menambahkan bahwa dalam aturan baru itu terdapat beberapa perubahan. Di antaranya adalah dari rumusan pasal, tahapan penyelenggaraan pemilu, daerah pemilihan, alokasi kursi, dan lainnya. Namun, katanya, perubahan substansinya tidak signifikan. Karena itu, pihaknya khawatir pelaksanaan Pemilu 2014 bakal lebih buruk dari Pemilu 2009.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Dewi Mardiani
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Berarak Riuh Menuju Istana
JAKARTA -- Setelah resmi dilantik, Joko Widodo dan Jusuf Kalla melanjutkan agendanya ke Istana Negara. Perjalanan ke Istana Negara dilalui dengan menaiki kereta...