Saturday, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

RUU Pemilu, PKS Naikan PT Jadi 5 Persen

Wednesday, 11 April 2012, 06:43 WIB
Komentar : 1
Antara
Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal (kanan) dan Sekretaris FPKS Abdul Hakim (kiri)
Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal (kanan) dan Sekretaris FPKS Abdul Hakim (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Soal pembahasan RUU Pemilu di DPR, PKS kembali membuka diri terhadap perubahan. Sekretaris Fraksi PKS, Abdul Hakim, mengatakan partainya mengubah sikap terkait empat isu krusial RUU Pemilu. Perubahan ini, khususnya mengenai ambang batas parlemen (parliamentary threshold-PT).

''Sehubungan belum terjadinya titik temu dalam pembahasan mengenai PT pada ruu pemilu, PKS siap dengan pilihan opsi PT 5 persen sebagaimana dtawarkan oleh partai besar lainnya,'' katanya, Rabu (11/4).

Padahal, pada pengambilan keputusan tahap pertama di tingkat pansus Selasa (10/4) malam, PKS menyatakan membuka pintu untuk dapat mengakomodasi partai kecil menengah dengan memberikan rentang toleransi PT dari 3,5 - 4 persen.

Dengan perubahan sikap ini, maka dapat pengambilan keputusan di tingkat II pada sidang paripurna, Rabu (11/4) siang, akan kembali memunculkan opsi PT lima persen. Padahal, sebelumnya sembilan fraksi yang ada di DPR sudah sepakat untuk PT hanya ada dua opsi, yaitu tiga persen dan empat persen.

Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Dewi Mardiani
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI: Masyarakat tak Perlu Cari Tahu dan Observasi Terkait Ritual Seks
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan pada dasarnya seks bebas adalah perbuatan yang haram. Terutama ketika...