Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Amien Rais: Sikap PKS Aneh bin Ajaib

Senin, 09 April 2012, 06:14 WIB
Komentar : 1
Antara/Idhad Zakaria
Amien Rais
Amien Rais

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, menilai ada suatu kejanggalan terkait sikap PKS dalam menyikapi rencana kenaikan harga BBM. Mantan Ketua MPR itu menilai sikap PKS aneh karena mereka sudah melanggar aturan dalam koalisi.

"Tentu ada misteri, saya tidak tahu misterinya apa. Ini aneh bin ajaib. Sudah sedemikian teman-teman PKS itu selalu melanggar etika koalisi, tapi mereka terus saja ada dalam koalisi," ujar Amien Rais, di Jakarta, Ahad (8/4) malam.

Dia menyatakan seandainya berposisi seperti Susilo Bambang Yudhoyono, maka tidak akan segan-segan mengeluarkan PKS dari koalisi. Hal itu dinilainya harus dilakukan karena PKS berbeda pandangan.

Ketika ditanya mengenai alasan PKS yang berbeda pandangan dengan anggota koalisi, Amien Rais tak mau buru-buru berpendapat. Amien Rais melihat masih ada misteri di balik keputusan PKS yang kerap berbeda pandangan dengan anggota koalisi lainnya. "Nah ini ada misteri yang saya tidak tahu," ungkap Amien Rais.

Berbagai pernyataan telah bermunculan terkait isu 'pemecatan' PKS dari keanggotaan Setgab Partai Koalisi pemerintahan SBY-Boediono. Bahkan, tak sedikit pertanyaan muncul, bagaimana nasib PKS selanjutnya setelah paripurna soal rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.

PKS memilih menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Ketika paripurna RUU APBN-P, PKS menolak pasal 7 ayat 6a yang menyatakan bila dalam enam bulan harga minyak melambung hingga 15 persen lebih maka pemerintah dapat melakukan penyesuaian harga.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Didi Purwadi
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  maryanti muqimudin Jumat, 13 April 2012, 09:40
Amin Rais iri pada PKS,karena lebih maju dan di terima oleh kaum muda yang intelek,juga banyak kader PAN yang kepanasan dalam matahari dan lebih nyaman di bulan sabit dan padi emas yang indah, banyak kadernya yang hilang yato,he pak amin rais,jangan nangis to.!
  detikoplak Kamis, 12 April 2012, 21:58
Kita liat apa Golkar akan bernasib sama seperti PKS? Atau emang PKS yang terlalu seksi sehingga dimusuhin semua partai dan para hater PKS. Kita tunggu babak selanjutnya....
  hendi Kamis, 12 April 2012, 11:46
PKS konsisten mempejuangkan rakyat, SBY hutang budi pada PKS krn tanpa massa PKS, SBY tak mungkin dipilih jadi Presiden.
  umair Kamis, 12 April 2012, 00:04
PKS Cuma pengen nikmati bagi2 KUEnya Saja tp tak berani tanggung resikonya .....MUNAFIK....PENGECUT.....jgn ngaku Partai ISLAM....krena PKS udah gk menepati janjinya..... lepas tu jabatan menteri......jadi oposisi...aja ....
  anton Rabu, 11 April 2012, 17:13
Berbeda pendapat itu wajar dalam demokrasi, meski dalam satu koalisi. Yg terpenting itu tetap membela kepentingan rakyat. Pak Amin ini khan lulusan Amrik, lupa dia kalo di Amrik sono, berbeda pendapat dalam sidang, bahkan meski dalam satu partai, itu biasa bos!