Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tifatul Sembiring Serahkan 'Nasib-nya' ke Presiden SBY

Rabu, 04 April 2012, 14:18 WIB
Komentar : 1
Tifatul Sembiring
Tifatul Sembiring

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengaku menyerahkan kepada presiden terkait jabatannya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Pernyataan tersebut menyusul keluarnya PKS dalam koalisi partai politik yang di pimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pasalnya, kata dia, yang memiliki kewenangan untuk memperpanjang atau memberhentikan menteri adalah presiden. "Semua itu menjadi hak prerogratif presiden," ujarnya saat ditemui dalam acara Eksebisi dan Diskusi Panel Layanan Konvergensi 2012, di Kantor PT Telkom, Jakarta, Rabu (4/4).

Karena itu, dia mengaku masih melakukan aktifitas secara normal sebagai menteri. Saat ini, lanjut dia, ketika dirinya diminta untuk melakukan sesuatu oleh presiden, hal tersebut masih tetap dilakukan.

Menurut dia, yang dilakukannya selama ini adalah sesuai dengan arahan presiden. Karena itu, Tifatul merasa tidak pernah bertentangan dengan pemerintah. "Jika diminta sosialisasi, ya kami (Menkominfo) sosialisasi dan mengkoordinasi sosialisasi," kata dia.

Ketika ditanya soal kesiapan ketika sewaktu-waktu dinonaktifkan sebagai Menkominfo, Tifatul mengaku tidak ada perbedaan jika dia siap atau tidak. Hal senada juga diutarakan Tifatul ketika disinggung soal hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS yang salah satunya menghasilkan kesiapan kemungkinan berada di dalam atau luar koalisi. "Tanya saja sama Presiden PKS," ujarnya.

Kendati demikian, Tifatul menegaskan hanya bekerja seprofesional mungkin. Menurut dia, dari jabatannya sebagai Monkominfo, sejumlah kegiatan pernah melambungkan Indonesia dan presiden di kancah dunia. Seperti Asian Summit, Sail Banda, Belitong, dan Wakatobi yang membawa nama baik Indonesia di mata dunia.

Reporter : Ahmad Reza Safitri
Redaktur : Djibril Muhammad
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Andien Lebih Ngepop di Album Baru
JAKARTA --  Andien meluncurkan album keenamnya, "Let It Be My Way". Di album teranyarnya ini, Andien coba menyuguhkan alunan musik yang berbeda dari...