Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

BBM tak Naik, Jadi Kesengsaraan Baru Bagi Rakyat

Monday, 02 April 2012, 10:33 WIB
Komentar : 2
Republika/Edwin Dwi Putranto
Mahasiswa dan buruh dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (30/3).
Mahasiswa dan buruh dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (30/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan kenaikan harga BBM diserahkan pada pemerintah. Hasil Rapat Paripurna DPR itu justru menyengsarakan rakyat. Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menyatakan keputusan tersebut justru mengeskalasi persoalan.  Padahal, partainya sendiri juga ikut menyepakatinya.

Menurutnya, rakyat kembali terperangkap dalam ketidakpastian, sementara kerusakan harga di pasar kebutuhan pokok semakin sulit diperbaiki dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Hal ini terjadi, karena kenaikan harga BBM didasarkan pada asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude oil price/ ICP) selama kurun waktu enam bulan ke depan

"Kenyataan ini menyengsarakan begitu banyak orang. Tidak ada yang peduli, termasuk pemerintah sendiri," ucapnya di Jakarta, Senin (2/4). Ia mengatakan, harga kebutuhan pokok jelas tidak akan turun mengikuti keputusan sidang paripurna DPR. Keputusan yang memberi wewenang kepada pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi itu justru akan menjadi modal bagi para spekulan.

Dia berpendapat, yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian batal naik atau jadi naik. Agar kerusakan harga-harga khususnya kebutuhan pokok rakyat terkoreksi menjadi pasti. "Pengusaha juga dapat segera menghitung kembali biaya produksi dan dapat memprediksi pasar," jelasnya.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Dewi Mardiani
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...