Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

BBM tak Naik, Jadi Kesengsaraan Baru Bagi Rakyat

Senin, 02 April 2012, 10:33 WIB
Komentar : 1
Republika/Edwin Dwi Putranto
Mahasiswa dan buruh dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (30/3).
Mahasiswa dan buruh dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (30/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan kenaikan harga BBM diserahkan pada pemerintah. Hasil Rapat Paripurna DPR itu justru menyengsarakan rakyat. Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menyatakan keputusan tersebut justru mengeskalasi persoalan.  Padahal, partainya sendiri juga ikut menyepakatinya.

Menurutnya, rakyat kembali terperangkap dalam ketidakpastian, sementara kerusakan harga di pasar kebutuhan pokok semakin sulit diperbaiki dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Hal ini terjadi, karena kenaikan harga BBM didasarkan pada asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude oil price/ ICP) selama kurun waktu enam bulan ke depan

"Kenyataan ini menyengsarakan begitu banyak orang. Tidak ada yang peduli, termasuk pemerintah sendiri," ucapnya di Jakarta, Senin (2/4). Ia mengatakan, harga kebutuhan pokok jelas tidak akan turun mengikuti keputusan sidang paripurna DPR. Keputusan yang memberi wewenang kepada pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi itu justru akan menjadi modal bagi para spekulan.

Dia berpendapat, yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian batal naik atau jadi naik. Agar kerusakan harga-harga khususnya kebutuhan pokok rakyat terkoreksi menjadi pasti. "Pengusaha juga dapat segera menghitung kembali biaya produksi dan dapat memprediksi pasar," jelasnya.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Dewi Mardiani
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Sudiman Senin, 2 April 2012, 15:42
Begitu pedulikah terhadap nasib rakyat???!!!! . Berkelit dan bersilat lidah agar dianggap "pahlawan" rakyat. Pencitraan lah untuk 2014. Aah, dasar sontoloyo, ..........
  arf Senin, 2 April 2012, 11:51
Ya sok ngomong lagi, padahal lu semua anggota DRP yang punya ide, sekarang balik cari muka lagi, pemerintah udah capek - capek hitung utk kenaikan BBM malah tdk disetujui, akibatnya rakyat juga yg sengsara, sebenernya lu anggota DPR maunya apa sih.
  sumiati Senin, 2 April 2012, 11:02
bos,jgn siksa ibu2 sprti sy!harga dpsr udah pd naik tp gaji suami sy ttp segitu aj!

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...