Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ical Beri Kuliah Wirausaha di IPB

Rabu, 28 Maret 2012, 23:52 WIB
Komentar : 0
Aburizal Bakrie

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Aburizal Bakrie hadir dalam kuliah umum kewirausahaan 2012 yang digelar di auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Perikanan?Institut Pertanian Bogor, Rabu (28/3). Ia mengatakan, di dunia ini ada tiga bidang yang tidak ada matinya dari segi bisnis. "Yaitu makanan, energi, dan air," kata dia di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir.

Masalah yang sering dihadapi para mahasiswa, menurut Ical, adalah bagaimana memulai berwirausaha. Dibutuhkan keberanian dan kreatifitas dalam memulai bisnis. "Memang, saya memulai berwirausaha itu dari tengah-tangah, karena yang mengawalinya adalah ayah saya. Meskipun dari posisi itu saya juga sempat mengalami jatuh bangun," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ical bercerita kisahnya pada titik terendah karir bisnisnya. Tahun 1998 adalah tahun terberat dalam karir Ical. Ia mengaku, saat itu hutangnya di lebih dari 200 bank di seluruuh dunia melebihi total aset dan kekayaan yang dimilikinya. Kepemilikan saham banyak berkurang hingga tinggal menyisakan 2,5 persen saja. "Waktu itu saya lebih miskin dari pengemis," ungkapnya.

Menghadapi keterpurukan itu, Ical mengaku berusaha untuk tetap tenang dan berusaha menutup utangnya sedikit demi sedikit. Dalam menghadapi segala persoalan, kata dia, yang terpenting adalah bersikap jujur dan fair.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Dewi Mardiani
866 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda