Presiden SBY: Reformasi tak Membawa Banyak Kebaikan

Friday, 24 February 2012, 13:35 WIB
Presiden SBY: Reformasi tak Membawa Banyak Kebaikan
Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai reformasi yang berjalan sekarang ini harus diubah.

"Setelah 14 tahun berjalan, reformasi tidak membawa banyak kebaikan. Tentu harus diubah sehingga segala sesuatunya konstruktif," ujar Presiden saat membuka Musyawarah Nasional IX Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI POLRI (GM FKPPI) Tahun 2012 di asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (24/2),

Menurutnya, salah satu hal yang dijadikan parameter adalah banyaknya aksi kekerasan belakangan ini. Sudah lebih 10 tahun reformasi, ia merasakan adanya ekses dan penyimpangan dalam penggunaan kebebasan. Akibatnya, terjadi ketidaktertiban sosial, aksi kekerasan, dan penggunaan hak dan kewajiban yang kelewat batas.

Menurutnya, hal tersebut harus menjadi koreksi bagi bangsa dan negara. "Seluruh rakyat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kita lakukan koreksi seperlunya," katanya. Tetapi tidak perlu sampai mengubah landasan dan sistem negara yang dianut sekarang yakni demokrasi.

"Tidak perlu sampai koreksi sejarah yang seringkali harganya mahal," katanya. Demokrasi, lanjut Presiden SBY harus tetap terjaga dan tidak boleh dimundurkan seperti penegakan Ham, hak-hak warga negara hingga ruang partisipasi publik harus tetap dibuka lebar. Ia meminta agar semua hak dan kebebasan digunakan secara patuh dan tidak melebihi kepatutannya.

Karena, harus pula diakui jika di era reformasi dan demokrasi sekarang ini dianggap sebagian besar telah membawa kebaikan. Meskipun, ada daya yang melemah dari sistem tersebut yakni rasa solidaritas dan rasa persatuan dan kesatuan.



Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Esthi Maharani
"Rasulullah shallalahu'alaihi wasallam bersabda: Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadats hingga dia berwudhu." Seorang laki-laki dari Hadlramaut berkata, "apa yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab," Kentut baik dengan suara atau tidak .(HR Bukhari)
Darius, Monday, 21 May 2012, 09:49

reformasi sebetulnya telah berhasil membawa demokrasi ke Indonesia. Namun demokrasi di Indonesia sudah kebablasan. Masyarakat Indonesia perlu pendidikan politik, karena dalam demokrasi masyarakatlah yang memiliki possisi penting.

Balas
Hanny, Monday, 21 May 2012, 09:29

Tetap semangat pak, yg penting jaga demokrasi agar tetap berjalan. Masyarakat hrsnya jg bisa bersikap baik d alam demokrasi ini, jgn kebebasan yg kebablasan

Balas
Harry, Monday, 21 May 2012, 09:25

Reformasi kebablasan karena byk pihak yg ingin berkuasa. Tetap semangat pak presiden!

Balas
uda malin, Friday, 2 March 2012, 21:57

jangan putus asa,tetaplah berjuang,harapan untuk perbaikan masih ada,yang penting pemimpin memberi teladan,bukan hanya teori xxxxxxxx

Balas
jefri, Friday, 24 February 2012, 23:07

So what ?. Survey jg sdh membuktikan sebagian rakyat lebih mendambakan hidup spt jaman pak Harto... Basi statement nya pak...

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...