Istana;Utusan Khusus Presiden Memang Diperlukan

Kamis, 23 Pebruari 2012, 19:06 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha menegaskan utusan khusus presiden adalah jabatan yang memang diperlukan. “Utusan khusus presiden itu diperlukan,” katanya saat ditemui di kompleks istana kepresidenan, Kamis sore (23/2).

Menurutnya, posisi utusan khusus presiden itu merupakan satu posisi yang penting dan perlu dibentuk. Tetapi, utusan khusus presiden tidak ditunjuk serta merta. Ia ditugaskan oleh presiden sesuai dengan urgensi sesuai dengan perhatian pemerintah.

Saat ini, pemerintah memiliki tiga orang utusan khusus presiden. Yakni TB Silalahi sebagai utusan khusus presiden untuk kawasan Asia Pasifik, Nila Moeloek untuk MDG’s, dan HS Dilon untuk Penanggulangan Kemiskinan.

Ia juga mengatakan bisa saja dengan melihat situasi global sekarang ini utusan khusus presiden itu bertambah. “Oya, sangat mungkin bertambah. Memang itu tergantung situasi yang mengharuskan perlu hadirnya seorang utusan khusus presiden, why not,” katanya. Namun, lagi-lagi, ia menekankan hal tersebut sangat tergantung pada konteks dan urgensinya.

Redaktur: Taufik Rachman
Reporter: Esthi Maharani
Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa ia berthawaf sekali thawafan, lalu tidur siang di Mekah. Kemudian mendatangi Mina, yakni pada hari nahar. Dan di-rafa'-kan dalam suatu riwayat.[72](HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...