Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hasil Survei PKS, Suara JK Tetap Tinggi

Wednesday, 22 February 2012, 18:53 WIB
Komentar : 2
Republika/Tahta Aidilla
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, mengatakan, berdasarkan  survei internal terkait calon presiden, popularitas Jusuf Kalla (JK) masih tinggi. Selain itu, kata dia, banyak kalangan dari eksternal partai yang datang ke PKS dan membawa konsep ide untuk mengusung JK sebagai capres.

‘’Saat ini kita belum melakukan pembahasan. Tapi d alam survei kita JK suaranya tinggi,’’ katanya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/2).

Seperti diberitakan, masih tingginya popularitas JK membuat nama mantan wakil presiden tersebut mencuat dalam radar calon presiden beberapa partai politik. Bahkan, dalam mukernas I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kediri, nama JK menjadi calon terkuat dari partai bergambar Ka'bah tersebut selain Suryadharma Ali.

Saat ini, lanjut Anis, PKS belum menentukan mengenai capres. Termasuk apakah akan mengusung calon dari internal atau eksternal partai. Saat ini, PKS lebih fokus dalam melakukan konsolidasi internal partai. Ditambah, masalah itu merupakan kewenangan majelis syuro.

‘’Kita belum putusakan, meskipun kita bentuk tim bernama Tim 20 untuk membahas masalah itu (capres). Tim ini berfungsi untuk melihat dan mengkaji, membandingkan, serta membaca tren public tekait siapa calon presiden untuk 2014,’’ pungkas Wakil Ketua DPR tersebut.


Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Heri Ruslan
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar