Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hasil Survei PKS, Suara JK Tetap Tinggi

Rabu, 22 Februari 2012, 18:53 WIB
Komentar : 1
Republika/Tahta Aidilla
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, mengatakan, berdasarkan  survei internal terkait calon presiden, popularitas Jusuf Kalla (JK) masih tinggi. Selain itu, kata dia, banyak kalangan dari eksternal partai yang datang ke PKS dan membawa konsep ide untuk mengusung JK sebagai capres.

‘’Saat ini kita belum melakukan pembahasan. Tapi d alam survei kita JK suaranya tinggi,’’ katanya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/2).

Seperti diberitakan, masih tingginya popularitas JK membuat nama mantan wakil presiden tersebut mencuat dalam radar calon presiden beberapa partai politik. Bahkan, dalam mukernas I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kediri, nama JK menjadi calon terkuat dari partai bergambar Ka'bah tersebut selain Suryadharma Ali.

Saat ini, lanjut Anis, PKS belum menentukan mengenai capres. Termasuk apakah akan mengusung calon dari internal atau eksternal partai. Saat ini, PKS lebih fokus dalam melakukan konsolidasi internal partai. Ditambah, masalah itu merupakan kewenangan majelis syuro.

‘’Kita belum putusakan, meskipun kita bentuk tim bernama Tim 20 untuk membahas masalah itu (capres). Tim ini berfungsi untuk melihat dan mengkaji, membandingkan, serta membaca tren public tekait siapa calon presiden untuk 2014,’’ pungkas Wakil Ketua DPR tersebut.


Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Heri Ruslan
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ayyub Jumat, 24 Februari 2012, 16:28
Kalau JK yg jadi Capres, sangat cocok dengan Dahlan Iskan yg jd Cawapresnya. Masyarakat sudah bosan dengan pencitraan, rakyat butuh pimpinan yg berani dan jujur.
  anak moeda Rabu, 22 Februari 2012, 20:22
Politik belah bambunya psk lagi. Yang umbar JK untuk nyapres di pemilu 2009 (baca: pecah kongsi dg sibeye) yah psk juga. Gw ingat siaran mata najwa wkt itu.