Jumat, 28 Ramadhan 1435 / 25 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Marzuki Alie: Rekrutmen Kader Partai Politik Harus Dibenahi

Senin, 20 Februari 2012, 12:47 WIB
Komentar : 0
Republika
Bendera partai politik. Ilustrasi
Bendera partai politik. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie menyatakan rekrutmen kader partai politik harus diperbaiki agar terbangun kembali kepercayaan publik terhadap partai politik.

Sebelum menghadiri silaturahmi pimpinan lembaga negara di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (20/2), Marzuki Alie mengatakan partai politik juga harus memberi pendidikan yang baik kepada kader-kader mereka, sehingga kader-kader partai politik yang ditempatkan di DPR bisa berlaku sebagai negarawan.

"Dengan demikian akan terbangun kepercayaan publik. Kita jangan memvonis parpol tidak ada baiknya," ujar Marzuki.

Menurut dia, partai politik tidak bisa dibubarkan karena demokrasi akan runtuh dan Indonesia bisa kembali ke era otoritarian.

"Tidak ada parpol dibangun untuk maling. UU Parpol jelas bagaimana kita mendorong agar parpol melaksanakan UU Parpol dengan baik sehingga apa yang dikeluhkan menjadi solusi untuk menjawab keluhan-keluhan masyarakat," tuturnya.

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terhadap 2.050 responden menunjukkan tren penilaian rakyat atas partai politik dan penegakan hukum di Indonesia semakin buruk akibat berbagai kasus korupsi yang melibatkan politisi. 

Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Sumber : Antara
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar