Wow, 70,6 Persen Santri Tolak Syariat Islam Ganti Pancasila

Minggu, 12 Pebruari 2012, 07:37 WIB
Wow, 70,6 Persen Santri Tolak Syariat Islam Ganti Pancasila
Garuda Pancasila

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA --  Sebanyak 70,6 persen dari 1.000 santri yang tersebar pada 20 pesantren di kawasan Mataraman, Madura, Tapal Kuda, dan Pantura Jatim menyatakan tidak atau kurang setuju, bahkan menolak bila hukum Islam atau adat menggantikan Pancasila.

"Santri yang sangat setuju dan setuju bila hukum Islam dan hukum adat menggantikan Pancasila tercatat 27,7 persen, yakni 9,7 persen sangat setuju dan 18 persen setuju," kata Direktur Pusat Kajian Pancasila dan Agama IAIN Sunan Ampel Surabaya Suyitno SAg MH di Surabaya, Ahad.

Pihaknya melakukan riset itu untuk meneliti pemahaman santri terhadap Pancasila, karena Pancasila sudah hilang dari dunia pendidikan sejak era reformasi, sehingga riset yang dilakukan menunjukkan perlunya Pancasila diajarkan kembali dalam pendidikan, termasuk pesantren.

"Kami juga menemukan 93,6 persen santri di Jatim yang setuju Pancasila menjadi ideologi kebangsaan dan hanya 5,5 persen santri yang kurang setuju dan tidak setuju serta sisanya tidak menjawab," katanya.

Oleh karena itu, katanya, ketika santri ditanya persetujuannya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi Islam pun tercatat 57,3 persen menyatakan tidak setuju dan 15,3 persen sangat setuju dan 26,3 persen setuju serta 1,1 persen abstain.

"Kendati hanya 57,3 persen santri yang tidak setuju untuk menggantikan Pancasila dengan ideologi Islam, tapi 85 persen santri tidak setuju bila NKRI dibubarkan dan hanya 5,2 persen yang sangat setuju dan 8,8 persen yang setuju NKRI dibubarkan," katanya.

Artinya, pemahaman santri untuk menyetujui Islam sebagai ideologi itu tidak sampai membubarkan NKRI, namun mungkin juga pemahaman santri tentang Islam sebagai ideologi hanya sebatas hukum dan mungkin ideologi.

"Namun, pemahaman santri tentang ideologi Islam juga perlu diluruskan, karena 30,2 persen santri masih setuju untuk memerangi non-Muslim dan 56,8 persen santri masih setuju untuk mengusir gerakan ideologi non-Pancasila," katanya.

Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: antara
Dari Ibn Abbas ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa". (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
abdullah, Jumat, 24 Pebruari 2012, 09:47

Janganlah mendewa-dewakan Pancasila...Pancasila itu buatan manusia pasti ada kelemahannya...Apa Pancasila bisa menghukum pezina, perampok, pemabuk, koruptor....?????

Balas
Pejuang Syariah, Rabu, 15 Pebruari 2012, 17:40

iya nih. Khilafah pasti tegak kok. mau dibagaimanain juga isyu nya pasti akan tegak. karena itu janji Allah.

1 Balasan
Haikal, Kamis, 16 Pebruari 2012, 13:04

anda tau mengenai Allah itu darimana ya ?

Sayfullah musaddad, Rabu, 15 Pebruari 2012, 07:16

Mau disurvey kaya bagaimanapun dg metode apapun! Khilafah pasti akan tegak krn itu janji Allah dan pejuangnya akan tetap istiqomah. Sekalian saja hasil survey katakan seluruh pesantren tolak khilafah. Paling juga diketawain ma tikus.

Balas
baguscahyo purnomo, Selasa, 14 Pebruari 2012, 10:57

itu jelas konspirasi asing om yanga gak pingin kalo Negara islam bangkit lagi...Waspadalah umat Islam, jangan mau terjebak oleh orang2 yang membenci agama kalian !!! SALAM REVOLUSI !!

Balas
laki-lucky, Selasa, 14 Pebruari 2012, 08:43

salah metode sampling atau salah yg dijadikan sampling ya??? atau jangan jangan yg melakukan survey yg keliru.....

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...