Demokrat Pantau Kader Pendorong Anas Mundur

Rabu, 08 Pebruari 2012, 00:10 WIB
Demokrat Pantau Kader Pendorong Anas Mundur
Wasekjen DPP Partai Demokrat, Saan Mustopa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa kader Partai Demokrat, seperti Ruhut Sitompul dan Ahmad Mubarok, belakangan ini bersuara lantang mendesak Anas Urbaningrum turun dari posisi ketua umum. Komisi Pengawas Dewan Kehormatan memiliki mekanisme sendiri untuk menilai apakah mereka telah melanggar etika atau tidak.

‘’Dewan yang mengawasi dan mengontrol perilaku kader Demokrat. Semua diserahkan ke dewan kehormatan,’’ kata Wasekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa, mengomentari desakan kader yang menuntut Anas mundur. 

Menurut Saan, Dewan Kehormatan tidak akan melakukan pembedaan dalam memproses anggotanya yang melanggar etika partai. Pasalnya, semua anggota partai dinilai memiliki posisi yang sama.

Saan pun mengatakan tidak ada larangan bagi anggota partai untuk menyuarakan pendapatnya. Hanya saja, kepada anggota yang menghadapi proses hukum, ada penilaian lain yang diberikan. Yaitu, penghormatan terhadap proses hukum.

‘’Siapa pun yang dipanggil hukum, itu harus dipatuhi. Itu menjadi salah satu penilaian Dewan Kehormatan,’’ pungkas dia.

 

Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: Mansyur Faqih
Zubair bin Arabi berkata, "Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang menyentuh Hajar (Aswad), lalu ia menjawab, 'Saya melihat Rasulullah menyentuh dan menciumnya.' (HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...