
REPUBLIKA.CO.ID, PALU - Demokrat tak memiliki ruang bagi Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mendesak Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya. Pernyataan itu ditegaskan Ketua Divisi Pengkajian Strategis DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah Baso Opu Andi Syarifuddi
"Tidak ada tempatnya untuk meminta Anas Urbaningrum mundur, karena kita masih menganut asas praduga tak bersalah," kata Baso Opu di Palu, Sabtu (4/2). Komentar itu dilontarkan menanggapi desakan mundurnya Anas atas tuduhan dalam kasus suap wisma atlit di Palembang.
Menurut Baso Opu, Demokrat tidak boleh berangkat dari rekaan orang perorang atas keterlibatan Anas dalam kasus suap wisma atlit seperti yang dituduhkan mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin. "Kita di daerah ini tidak boleh berangkat dari rekaan orang perorang. Ada aturan main dalam organisasi. Kita harus merujuk pada aturan itu," katanya.
Anggota Komisi I DPRD Sulawesi Tengah itu mengatakan, permintaan yang meminta Anas mundur dari jabatan Ketua Umum Demokrat terlalu gegabah. Baso yang juga Ketua Laboratorium Pengkajian Isu-Isu Strategis di Daeah DPD Demokrat Sulawesi Tengah ini meyakini bahwa tidak akan ada Kongres Luar Biasa yang sengaja dibuat untuk itu.
"Tidak ada itu, karena ini masalah yang dipolitisir. Sampai sekarang tidak ada pikiran untuk Kongres. Kita tetap mengacu hasil Kongres di Bandung," katanya. Baso mengatakan jika ada masalah orang perorang di internal partai tidak harus mengorbankan partai karena Demokrat adalah milik semua orang.
"Kalau ada sesuatu yang kurang baik dalam rumah, jangan rumahnya yang dibakar karena apa yang terjadi saat ini hanya sebuah akibat," katanya. Menurut Baso, siapa yang terlibat dalam masalah korupsi diserahkan pada proses hukum tanpa harus mengorbankan partai.
"Opini ini kan terlalu dibesar-besarkan," katanya. Baso mengajak kepada kader Demokrat di Sulawesi Tengah agar menghargai dan menjunjung tinggi asa hukum praduga tak bersalah. Oleh sebab itu kata dia, kader Demokrat di daerah harus tetap solid menyikapi masalah yang tengah menghantam partai.
ya udah.... tunggu aja ancurnya
Balastinggal tunggu waktu aja kok...
2014 mari katakan tidak pada DEMOKRAT