'Tak Ada Ruang di Demokrat untuk Gelar KLB'

Sabtu, 04 Pebruari 2012, 18:44 WIB
Dok Republika
'Tak Ada Ruang di Demokrat untuk Gelar KLB'
Lambang Partai Demokrat

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -  Demokrat tak memiliki ruang bagi Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mendesak Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya. Pernyataan itu ditegaskan  Ketua Divisi Pengkajian Strategis DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah Baso Opu Andi Syarifuddi

"Tidak ada tempatnya untuk meminta Anas Urbaningrum mundur, karena kita masih menganut asas praduga tak bersalah," kata Baso Opu di Palu, Sabtu (4/2). Komentar itu dilontarkan menanggapi desakan mundurnya Anas atas tuduhan dalam kasus suap wisma atlit di Palembang.

Menurut Baso Opu, Demokrat tidak boleh berangkat dari rekaan orang perorang atas keterlibatan Anas dalam kasus suap wisma atlit seperti yang dituduhkan mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin. "Kita di daerah ini tidak boleh berangkat dari rekaan orang perorang. Ada aturan main dalam organisasi. Kita harus merujuk pada aturan itu," katanya.

Anggota Komisi I DPRD Sulawesi Tengah itu mengatakan, permintaan yang meminta Anas mundur dari jabatan Ketua Umum Demokrat terlalu gegabah. Baso yang juga Ketua Laboratorium Pengkajian Isu-Isu Strategis di Daeah DPD Demokrat Sulawesi Tengah ini meyakini bahwa tidak akan ada Kongres Luar Biasa yang sengaja dibuat untuk itu.

"Tidak ada itu, karena ini masalah yang dipolitisir. Sampai sekarang tidak ada pikiran untuk Kongres. Kita tetap mengacu hasil Kongres di Bandung," katanya. Baso mengatakan jika ada masalah orang perorang di internal partai tidak harus mengorbankan partai karena Demokrat adalah milik semua orang.

"Kalau ada sesuatu yang kurang baik dalam rumah, jangan rumahnya yang dibakar karena apa yang terjadi saat ini hanya sebuah akibat," katanya. Menurut Baso, siapa yang terlibat dalam masalah korupsi diserahkan pada proses hukum tanpa harus mengorbankan partai.

"Opini ini kan terlalu dibesar-besarkan," katanya. Baso mengajak kepada kader Demokrat di Sulawesi Tengah agar menghargai dan menjunjung tinggi asa hukum praduga tak bersalah. Oleh sebab itu kata dia, kader Demokrat di daerah harus tetap solid menyikapi masalah yang tengah menghantam partai.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara
Abu Hurairah r.a. berkata, "Rasulullah mengucapkan, 'Ya Allah, ampunilah orang-orang yang bercukur.' Mereka berkata, 'Dan, orang-orang yang menggunting rambut.' Beliau mengucapkannya tiga kali, sabdanya lagi, 'Dan, kepada orang-orang yang menggunting rambut.'(HR Bukhari)
oneng dah oneng, Minggu, 5 Pebruari 2012, 10:40

ya udah.... tunggu aja ancurnya
tinggal tunggu waktu aja kok...
2014 mari katakan tidak pada DEMOKRAT

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...